NISEL, Sumutpos.jawapos.com – Akses transportasi masyarakat di Kecamatan Boronadu, Kabupaten Nias Selatan, kembali terbuka setelah Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Maruli Simanjuntak meresmikan Jembatan Bailey yang menghubungkan Desa Sifalago Gomo dan Desa Balohili Gomo, Selasa (10/3/2026).
Jembatan darurat yang dibangun oleh TNI tersebut menjadi solusi vital bagi warga yang sebelumnya terisolasi akibat bencana banjir bandang dan tanah longsor yang merusak infrastruktur penghubung di wilayah itu.
Peresmian dilakukan langsung di lokasi jembatan dengan dihadiri Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution, Bupati Nias Selatan Sokhiatulo Laia, Wakil Bupati Yusuf Nache, serta jajaran Forkopimda dan unsur TNI dari Kodam I/Bukit Barisan.
Jembatan Bailey tersebut dibangun oleh Satgas Penanggulangan Bencana Alam (Gulbencal) Kodam I/Bukit Barisan sebagai bagian dari upaya percepatan pemulihan wilayah terdampak bencana.
Kasad Maruli Simanjuntak menegaskan, pembangunan jembatan darurat merupakan wujud komitmen Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat dalam membantu masyarakat dan pemerintah daerah memulihkan akses vital di wilayah terdampak bencana.
Menurutnya, program pembangunan jembatan yang dilakukan TNI AD terus berjalan di berbagai daerah di Indonesia.
“Per hari ini sudah sekitar 220 jembatan yang selesai dibangun di seluruh Indonesia. Khusus di wilayah bencana, sudah 145 jembatan yang rampung. Sementara yang sedang dalam proses pembangunan mencapai 1.076 jembatan,” ujar Maruli.
Jembatan Bailey di Desa Sifalago Gomo memiliki panjang sekitar 33 meter dengan lebar 3,65 meter dan mampu menahan beban hingga 10 ton. Struktur jembatan dilengkapi papan lantai serta balok pengapit yang dirancang untuk memastikan keamanan pengguna, baik kendaraan maupun pejalan kaki.
Kehadiran jembatan ini sangat penting bagi masyarakat setempat. Sebelum dibangun, warga harus menempuh jalur alternatif yang lebih jauh dan berisiko, terutama saat kondisi cuaca buruk.
Pembangunan jembatan dilakukan secara intensif oleh personel Zidam I/Bukit Barisan dan Yonzipur 1/DD dengan dukungan Kodim 0213/Nias. Berbagai peralatan konstruksi serta material khusus digunakan agar proses pengerjaan dapat diselesaikan dalam waktu relatif singkat.
Selain memulihkan konektivitas antarwilayah, keberadaan jembatan juga diharapkan mampu mendorong pemulihan ekonomi masyarakat yang sempat terganggu akibat terputusnya jalur transportasi.
Aktivitas perdagangan, distribusi hasil pertanian, serta mobilitas pelajar menuju sekolah kini dapat kembali berjalan lancar.
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution menyampaikan apresiasi kepada pemerintah pusat dan TNI Angkatan Darat atas percepatan pembangunan infrastruktur di daerah terdampak bencana.
Menurutnya, keberadaan jembatan tersebut memberikan dampak nyata bagi masyarakat, terutama dalam mendukung konektivitas wilayah serta mempermudah akses pendidikan dan pelayanan publik.
“Sinergi antara pemerintah dan TNI sangat penting untuk mempercepat pemulihan daerah, khususnya di wilayah dengan kondisi geografis yang menantang seperti Nias Selatan,” ujarnya.
Sementara itu, Bupati Nias Selatan Sokhiatulo Laia menyampaikan terima kasih kepada Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, TNI AD, serta Pemerintah Provinsi Sumatera Utara atas percepatan pembangunan jembatan tersebut.
Ia menegaskan bahwa keberadaan jembatan Bailey di Boronadu bukan sekadar infrastruktur fisik, tetapi juga simbol harapan baru bagi masyarakat.
“Jembatan ini membuka kembali akses ekonomi masyarakat sekaligus mempermudah anak-anak menuju sekolah. Ini menjadi harapan baru bagi warga Sifalago Gomo dan sekitarnya,” ungkapnya.
Dengan diresmikannya jembatan Bailey tersebut, mobilitas masyarakat di Kecamatan Boronadu diharapkan kembali normal, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi dan aktivitas sosial warga yang sempat terhambat akibat bencana.(eri/han)
Editor : Johan Panjaitan