Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Cinta Tanpa Gengsi: Pernikahan Minimalis di KUA yang Jadi Inspirasi

Redaksi • Jumat, 23 Januari 2026 | 06:00 WIB
Pasangan inimemilih menikah secara sederhana di Kantor Urusan Agama (KUA) Pusaka, Kebon Jeruk, Jakarta Barat menjadi perbincangan hangat warganet. (TikTok @telordiceplok91)
Pasangan inimemilih menikah secara sederhana di Kantor Urusan Agama (KUA) Pusaka, Kebon Jeruk, Jakarta Barat menjadi perbincangan hangat warganet. (TikTok @telordiceplok91)

sumutpos.jawapos.com - Ada kalanya kebahagiaan tidak harus dibungkus gemerlap pesta puluhan juta bahkan ratusan juta rupiah.

Baru-baru ini, cerita sebuah pasangan yang memilih menikah secara sederhana di Kantor Urusan Agama (KUA) Pusaka, Kebon Jeruk, Jakarta Barat menjadi perbincangan hangat warganet.

Visual mereka yang sederhana namun tetap elegan segera menarik perhatian, apalagi busana yang dipakai ternyata karya desainer top Indonesia.

Pasangan tersebut mengunggah momen akad nikah mereka melalui sebuah video di akun TikTok @telordiceplok91 dilansir Kamis (22/1/2026). Meski hanya bertempat di ruang KUA tanpa dekorasi mewah, tampilan keduanya memancarkan aura estetika yang khas: perpaduan sederhana dan berkelas. Ready-to-rent bukanlah halangan untuk tampil memesona di hari sakral.

Mempelai wanita, Nurul Kamila Aswan (35), bercerita bahwa pilihan menikah di KUA bukan karena kurang biaya, tetapi sebuah keputusan sadar untuk memulai kehidupan baru dengan bijak secara finansial.

Ia dan sang suami, Yasser (36), sepakat bahwa momen sakral lebih penting daripada seremonial panjang yang justru bisa menambah beban biaya.

Cerita itu pun menjadi inspirasi banyak orang. Dalam video yang sudah ditonton lebih dari sejuta kali, warganet tak henti memperbincangkan bagaimana pasangan itu mampu memadukan kesederhanaan lokasi dengan pilihan fashion yang high end, berupa kebaya modern rancangan Sapto Djojokartiko, salah satu desainer papan atas Indonesia. Kesan mewah tetap muncul, meski bajunya hanya sewa.

Total keseluruhan biaya pernikahan, termasuk sesi foto profesional, rias, sewa busana, konsumsi tamu dan makan keluarga sekitar 120 orang, disebutkan Nurul tidak sampai Rp50 juta, jauh lebih rendah dibandingkan rata-rata biaya pesta pernikahan pada umumnya.

Dari kisah ini kita bisa menangkap satu pesan kuat: bahwa inti pernikahan adalah ikrar dan komitmen hidup bersama, bukan kemewahan meriah yang seringkali menjadi ukuran kebahagiaan masyarakat modern.

Keputusan pasangan ini pun memantik diskusi luas tentang tren “nikah di KUA” sebagai bentuk pernikahan intimate yang tetap bermakna dan estetis tanpa harus menguras tabungan. (lin)

Editor : Redaksi
#akad nikah #kua #nikah di kua #Pernikahan Sederhana