Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Disperindag dan ESDM Sumut Perkuat Akselerasi Ekspor-Impor

Juli Rambe • Kamis, 23 April 2026 | 17:28 WIB
SINERGI: Disperindag dan ESDM Sumut bersama Apindo menggelar forum Sinergi Akselerasi Ekspor-Impor, Rabu (22/4/2026). (Dok: istimewa)
SINERGI: Disperindag dan ESDM Sumut bersama Apindo menggelar forum Sinergi Akselerasi Ekspor-Impor, Rabu (22/4/2026). (Dok: istimewa)

 

MEDAN, SUMUT POS- Pemerintah Provinsi Sumatera Utara menyelenggarakan Forum Sinergi Akselerasi Ekspor-Impor yang digelar Dinas Perindustrian, Perdagangan, Energi dan Sumber Daya Mineral (Perindag ESDM) Sumut bersama Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO), Rabu (22/4/2026).

Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat kolaborasi antara pemerintah dan pelaku usaha guna menghadapi tantangan sekaligus menangkap peluang di pasar global.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan, ESDM Sumut, Dedi JP Harahap menegaskan bahwa sektor ekspor-impor memiliki peran vital dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Ia menyebutkan bahwa di tengah dinamika dan ketidakpastian ekonomi global, daerah dituntut untuk lebih adaptif dan responsif dalam mengelola potensi perdagangan luar negeri.

Baca Juga: Majelis Hakim Tak Beri Tanggapan Atas Keberatan Nikita Mirzani

“Forum ini bukan sekadar ajang diskusi biasa, melainkan wadah strategis untuk menyatukan langkah antara pemerintah dan dunia usaha dalam mempercepat akselerasi ekspor dan impor. Kita ingin memastikan bahwa produk-produk unggulan Sumatera Utara tidak hanya mampu menembus pasar global, tetapi juga memiliki daya saing yang kuat,” ujar Dedi saat memberikan keterangannya, Kamis (23/4/2026).

Ia menambahkan, Sumatera Utara memiliki berbagai komoditas unggulan yang berpotensi besar untuk dikembangkan di pasar internasional, seperti sektor perkebunan, perikanan, industri olahan, hingga produk UMKM.

Namun, potensi tersebut perlu didukung dengan strategi yang tepat, mulai dari peningkatan kualitas produk, pemenuhan standar internasional, hingga penguatan jaringan distribusi.

Menurutnya, tantangan dalam perdagangan internasional saat ini semakin kompleks, mulai dari fluktuasi harga global, hambatan non-tarif, hingga persaingan antarnegara yang semakin ketat.

Oleh karena itu, diperlukan sinergi yang kuat antara pemerintah dan pelaku usaha agar berbagai hambatan tersebut dapat diatasi secara bersama-sama.

“Kami menyadari bahwa pemerintah tidak bisa berjalan sendiri. Peran pelaku usaha sangat krusial, karena merekalah yang berada di garis depan dalam aktivitas ekspor dan impor. Oleh sebab itu, kolaborasi dengan Apindo menjadi langkah strategis untuk mengidentifikasi permasalahan sekaligus merumuskan solusi yang tepat,” katanya.

Lebih lanjut, Dedi menjelaskan bahwa forum ini juga menjadi ruang dialog terbuka bagi pelaku usaha untuk menyampaikan berbagai kendala yang mereka hadapi di lapangan. Mulai dari persoalan perizinan, akses pembiayaan, logistik, hingga regulasi yang kerap menjadi hambatan dalam kegiatan ekspor-impor.

Forum ini juga membahas berbagai isu strategis lainnya, seperti optimalisasi rantai pasok, peningkatan kualitas infrastruktur logistik, pemanfaatan teknologi digital dalam perdagangan, serta strategi penetrasi pasar baru di berbagai negara tujuan ekspor.

Di sisi lain, keterlibatan Apindo dalam forum ini diharapkan mampu memberikan perspektif langsung dari dunia usaha, sehingga kebijakan yang dihasilkan benar-benar sesuai dengan kebutuhan di lapangan. Sinergi antara pemerintah dan asosiasi pengusaha dinilai menjadi kunci dalam menciptakan ekosistem perdagangan yang sehat dan berkelanjutan.

Dedi berharap, melalui forum ini akan terbangun komitmen bersama untuk mendorong peningkatan ekspor sekaligus mengelola impor secara bijak guna menjaga keseimbangan neraca perdagangan daerah.

“Harapan kami, forum ini tidak berhenti pada diskusi semata, tetapi menghasilkan langkah-langkah konkret yang bisa segera diimplementasikan. Dengan sinergi yang kuat, kita optimistis kontribusi sektor perdagangan terhadap perekonomian Sumatera Utara akan semakin meningkat,” tegasnya.

Sebagai bagian dari strategi jangka panjang, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara juga akan terus memperluas promosi produk unggulan daerah ke pasar internasional, termasuk melalui pameran dagang, misi dagang, serta kerja sama bilateral dengan berbagai negara.

Dengan langkah-langkah tersebut, Sumatera Utara diharapkan mampu memperkuat posisinya sebagai salah satu daerah strategis dalam peta perdagangan nasional, sekaligus menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi di wilayah barat Indonesia.

Melalui kolaborasi yang erat antara pemerintah, pelaku usaha, dan seluruh pemangku kepentingan, akselerasi ekspor-impor bukan hanya menjadi target, tetapi juga menjadi kekuatan nyata dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat Sumatera Utara secara berkelanjutan.(san/ram)

Editor : Juli Rambe
#ekspor impor #Disperindag Sumut #Apindo Sumut