Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Pemerintah Kejar Pertumbuhan Ekonomi 5,8–6,5 Persen di 2027, Andalkan Investasi dan Konsumsi

Johan Panjaitan • Rabu, 10 Juni 2026 | 12:38 WIB
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa bersama wakil menteri keuangan Suhasil Nazara pada konferensi pers APBN Kita di Jakarta. ( Dok Salman Toyibi/Jawa Pos)
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa bersama wakil menteri keuangan Suhasil Nazara pada konferensi pers APBN Kita di Jakarta. ( Dok Salman Toyibi/Jawa Pos)

 

JAKARTA, Sumutpos.jawapos.com – Pemerintah mulai memantapkan langkah strategis untuk mengejar target pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi dalam dua tahun ke depan. Pada 2027, pertumbuhan ekonomi nasional dipatok berada di kisaran 5,8 hingga 6,5 persen sebagai fase awal menuju target ambisius 8 persen pada 2029.

Untuk mencapai sasaran tersebut, pemerintah menempatkan percepatan investasi, penguatan daya beli masyarakat, serta sinergi kebijakan fiskal dan moneter sebagai motor utama penggerak ekonomi nasional. Strategi ini dipandang penting untuk menjaga momentum pertumbuhan di tengah ketidakpastian ekonomi global yang masih berlanjut.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi menjadi kunci dalam mempercepat peningkatan kesejahteraan masyarakat. Karena itu, seluruh instrumen kebijakan akan diarahkan untuk memperkuat aktivitas ekonomi dan mendorong sektor riil agar lebih ekspansif.

Baca Juga: Sah, DPRD Batu Bara Bentuk Pansus Plasma HGU Perkebunan, Siap Kawal Hak Masyarakat dan Petani

“Pertumbuhan ekonomi tahun 2027 ditargetkan sebesar 5,8 persen sampai dengan 6,5 persen sebagai transmisi menuju pertumbuhan 8 persen pada tahun 2029,” ujarnya dalam Rapat Paripurna DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (9/6/2026).

Rapat tersebut membahas tanggapan pemerintah terhadap pandangan fraksi-fraksi atas Kerangka Ekonomi Makro (KEM) dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (PPKF) RAPBN 2027.

Menurut Purbaya, pemerintah akan memperkuat sinkronisasi kebijakan fiskal, moneter, dan sektor keuangan agar tercipta iklim usaha yang lebih kondusif dan kompetitif. Di sisi lain, percepatan investasi akan difokuskan pada sektor-sektor strategis yang berorientasi ekspor dan bernilai tambah tinggi.

Pemerintah juga menargetkan optimalisasi pembiayaan jangka panjang untuk mempercepat realisasi investasi produktif, termasuk pemanfaatan aset negara dan peningkatan partisipasi investor global dalam pembangunan nasional.

Baca Juga: Mentan Amran Temui Peternak, Siapkan Sejumlah Langkah Lindungi Harga Telur dan Peternak 

Dari sisi permintaan domestik, konsumsi rumah tangga tetap menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi. Pemerintah akan menjaga daya beli masyarakat melalui penguatan program perlindungan sosial, stabilitas harga kebutuhan pokok, serta pengendalian inflasi yang konsisten.

Selain itu, perluasan lapangan kerja menjadi fokus penting agar konsumsi masyarakat tetap terjaga dan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. (jpg/han)

Editor : Johan Panjaitan
#konsumsi #pertumbuhan ekonomi #investasi #pemerintah