SUMUT POS- Mantan anggota NCT, Mark Lee mengambil keputusan besar dengan mendirikan agensi sendiri, Upper Room.
Tepat dua bulan usai berpisah dari grup NCT pada April 2026 yang lalu, Mark meluncurkan label musik sekaligus perusahaan kreatifnya sendiri yang diberi nama Upper Room (UPRM Label) pada awal Juni 2026.
Sepuluh tahun berada di dalam sistem grup di bawah naungan SM Entertaiment membuat Mark ingin mencari tahu seperti apa bentuk utuh dari mimpi pribadinya sebagai seorang seniman.
Baca Juga: Wardatina Mawa Tolak Restorative Justice Inarasati dan Insanul Fahmi
Langkah ini bukan sekadar pergantian manajemen, melainkan sebuah pernyataan berani tentang kemandirian artistik dan kebebasan berekspresi.
Alih-alih bergabung dengan agensi besar lain atau pindah ke label ke Amerika Serikat seperti yang sempat dirumorkan, Mark memilih membangun semuanya dari awal bersama rekan-rekan terpercayanya.
Dilansir dari margaretcatholic.org, istilah Upper Room (dikenal juga sebagai ruang atas, loteng, atau Cenacle) merujuk pada beberapa makna tergantung pada konteks penggunaannya, baik dalam literatur sejarah, rohani, maupun dalam industri kreatif. Itu menjuru dimana seorang mark lee yang selama ini dikenal sangat taat beragama.
Dirilis di akun sosial media @uprmlabel, peluncuran video Sebagai bentuk dedikasi pada seni yang murni, video peluncuran agensi ini bahkan dikonsep tanpa menggunakan teknologi kecerdasan buatan (AI) sama sekali, demi menonjolkan nilai otentik dari karya tangan manusia.
Agensi Upper Room sendiri secara resmi di bawah namanya. Mark Lee juga menjabat sebagai CEO (Chief Executive Officer) sekaligus Kreator Utama.
Dengan posisi ini, Mark memiliki otoritas penuh untuk menentukan kemana arah perusahaannya, dari proses kreatif di dalam studio hingga keputusan bisnis di ruang rapat.
Dengan berdirinya Upper Room, Mark Lee ingin membuktikan keberaniannya untuk mengembangkan kemampuanya, demi terwujudnya hal-hal baru yang sebelumnya belum ia miliki. (jpc/ram)
Editor : Juli Rambe