Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Timur Tengah Membara! Iran Hujani Rudal ke Basis AS, Israel Siaga Penuh Dihantam Serangan Gabungan

Johan Panjaitan • Selasa, 24 Maret 2026 | 13:17 WIB

LUNCURKAN: Iran meluncurkan ratusan bom balistik dan drone ke Israel. foto: edition.cnn.com
LUNCURKAN: Iran meluncurkan ratusan bom balistik dan drone ke Israel. foto: edition.cnn.com

TEL AVIV, Sumutpos.jawapos.com– Ketegangan di Timur Tengah kian memuncak. Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) kembali melancarkan serangan besar-besaran yang diklaim menyasar titik-titik strategis militer Israel serta aset Amerika Serikat di kawasan Teluk Persia.

Serangan ini disebut sebagai gelombang ke-75 dalam Operasi True Promise 4, menandai eskalasi konflik yang semakin agresif. Rudal dan drone diluncurkan ke sejumlah target penting, termasuk Pangkalan Udara Pangeran Sultan di Arab Saudi yang dikenal sebagai pusat operasi udara AS di kawasan.

Tak hanya itu, IRGC juga mengklaim menargetkan Armada Kelima Amerika Serikat yang berbasis di Bahrain. Serangan disebut turut menyasar pesawat pengintai milik AS, mempertegas pesan bahwa seluruh aktivitas militer Washington berada dalam pengawasan Iran.

“Serangan dilakukan menggunakan rudal dan drone,” ujar juru bicara Markas Besar Khatam al-Anbiya seperti dikutip Al Jazeera.

Baca Juga: Demi Garuda! Beckham Putra Tunda Mudik, Skuad Timnas Indonesia Siap Tempur di FIFA Series 2026

Hingga kini, belum ada pernyataan resmi dari pihak Amerika Serikat maupun Israel terkait klaim tersebut. Namun di lapangan, situasi dilaporkan semakin mencekam.

Sirene peringatan terus meraung di berbagai wilayah Israel pada Minggu (23/3) dini hari. Serangan itu diduga merupakan kombinasi antara Iran dan kelompok bersenjata Hizbullah yang berbasis di Lebanon.

Dalam laporan langsung, jurnalis Nida Ibrahim menyebut warga hidup dalam bayang-bayang ancaman serangan lanjutan. Pemerintah Israel pun menegaskan operasi militer akan terus berlanjut dan bahkan berpotensi ditingkatkan dalam beberapa pekan ke depan.

Sementara itu, Hizbullah melalui kanal Telegram resminya mengklaim telah melancarkan 63 operasi militer hanya dalam satu hari. Serangan tersebut melibatkan roket, drone, hingga artileri berat—menandakan intensitas konflik yang belum menunjukkan tanda mereda.

Di sisi lain, tekanan geopolitik juga meningkat setelah pernyataan Presiden Donald Trump yang memberi ultimatum terkait pembukaan Selat Hormuz dalam waktu 48 jam.

Baca Juga: Daftar Lengkap 64 Penumpang Kapal Karam di Pulau Salah Namo, Termasuk Anak-Anak dan Balita

Peneliti senior Pusat Studi Timur Tengah, Abas Aslani, menilai Iran justru semakin percaya diri. Menurutnya, Teheran tidak hanya bertahan, tetapi berupaya mengubah tekanan menjadi keuntungan strategis jangka panjang.

Sikap serupa ditegaskan Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, yang menyatakan Selat Hormuz tetap terbuka—namun hanya bagi negara-negara yang dianggap bersahabat dengan Iran.(jpg/han)

Editor : Johan Panjaitan
#pangkalan as di teluk #rudal #drone #timur tengah #iran