Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Iran Tolak Proposal Nuklir: AS Trump Murka, Netanyahu Desak Uranium Teheran Direbut

Johan Panjaitan • Selasa, 12 Mei 2026 | 07:45 WIB
BERUNDING: Trump (kanan) bertemu Netanyahu beberapa waktu lalu.
BERUNDING: Trump (kanan) bertemu Netanyahu beberapa waktu lalu.

 

WASHINGTON, Sumutpos.jawapos.com-Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali memanas setelah Teheran menolak sebagian besar proposal perundingan nuklir yang diajukan Washington. Penolakan itu memicu reaksi keras Presiden AS Donald Trump, sementara Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu melontarkan pernyataan kontroversial dengan menyerukan agar cadangan uranium Iran direbut secara langsung.

Media semi-resmi Iran, Tasnim, melaporkan bahwa pemerintah Iran telah menyampaikan proposal balasan kepada Washington melalui mediator Pakistan. Dalam usulan tersebut, Teheran menuntut pencabutan sanksi ekonomi Amerika Serikat, penghentian blokade angkatan laut AS di Selat Hormuz setelah tercapai kesepahaman awal, serta jaminan bahwa tidak akan ada lagi serangan terhadap wilayah Iran.

Sebelumnya, Washington lebih dulu mengajukan nota kesepahaman satu halaman berisi 14 poin sebagai dasar perundingan damai baru terkait program nuklir Iran. Proposal itu disebut mencakup pembukaan kembali jalur strategis Selat Hormuz serta kerangka pembicaraan lanjutan mengenai aktivitas nuklir Teheran.

Baca Juga: Bupati Deliserdang Disorot, Rental Mobil Listrik Rp378 Juta Dinilai Pemborosan Anggaran

Amerika Serikat juga mengusulkan moratorium pengayaan uranium Iran hingga 20 tahun, pemindahan cadangan highly enriched uranium (HEU) ke luar negeri—termasuk kemungkinan ke AS—serta pembongkaran fasilitas nuklir Iran.

Namun, menurut laporan The Wall Street Journal, Iran menolak sebagian besar poin utama tersebut. Teheran hanya bersedia mempertimbangkan moratorium dalam jangka lebih pendek, mengekspor sebagian stok uranium berkadar tinggi, serta mengencerkan sisa persediaan uranium yang dimiliki. Iran juga dengan tegas menolak pembongkaran fasilitas nuklirnya.

Penolakan itu langsung memantik kemarahan Donald Trump. Melalui platform Truth Social, Trump menuduh Iran selama puluhan tahun telah mempermainkan Amerika Serikat dan dunia internasional.

“Saya baru saja membaca tanggapan dari perwakilan Iran. Saya tidak menyukainya, sama sekali tidak dapat diterima,” tulis Trump.

Baca Juga: WNA Kontak Erat Korban Hantavirus Dipantau Ketat di Jakarta

Pernyataan Trump memperlihatkan kecilnya peluang kompromi dalam waktu dekat. Situasi itu semakin mempertegang hubungan kedua negara yang selama bertahun-tahun berada di jalur konfrontasi terkait program nuklir Iran.

Di tengah memanasnya diplomasi tersebut, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu turut memperkeruh suasana dengan pernyataan bernada agresif. Netanyahu menegaskan konflik tidak akan benar-benar selesai selama Iran masih memiliki persediaan uranium yang diperkaya tinggi.

Ia bahkan menyarankan langkah ekstrem dengan merebut langsung cadangan uranium Iran.

“Anda masuk dan mengambilnya,” ujar Netanyahu.

Pernyataan itu memperkuat kekhawatiran dunia internasional bahwa ketegangan diplomatik terkait nuklir Iran dapat berkembang menjadi konflik yang lebih luas di kawasan Timur Tengah. Selat Hormuz yang menjadi jalur utama distribusi minyak dunia pun kembali berada dalam sorotan sebagai titik strategis yang rawan gejolak geopolitik. (jpg/han)

Editor : Johan Panjaitan
#donald trump #netanyahu #amerika serikat #nuklir #iran