Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Xi Jinping dan Putin Bertemu di Beijing, Bahas Energi hingga Ketegangan Selat Taiwan

Johan Panjaitan • Selasa, 19 Mei 2026 | 08:00 WIB
BERJABAT TANGAN: Presiden Rusia Vladimir Putin (kiri) berjabat tangan dengan Presiden Tiongkok Xi Jinping di akhir konferensi pers bersama di Great Hall of the People, Beijing, 25 Juni 2016. (REUTERS/Greg Baker/Pool.)
BERJABAT TANGAN: Presiden Rusia Vladimir Putin (kiri) berjabat tangan dengan Presiden Tiongkok Xi Jinping di akhir konferensi pers bersama di Great Hall of the People, Beijing, 25 Juni 2016. (REUTERS/Greg Baker/Pool.)

 

BEIJING, Sumutpos.jawapos.com-Presiden Tiongkok Xi Jinping dijadwalkan kembali menggelar pertemuan tingkat tinggi dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di Beijing pada 19–20 Mei 2026. Agenda tersebut diperkirakan akan difokuskan pada penguatan kerja sama strategis kedua negara, terutama di sektor energi dan dinamika geopolitik global yang terus memanas.

Pertemuan dua pemimpin negara itu menjadi perhatian dunia karena berlangsung hanya beberapa hari setelah Xi Jinping menerima kunjungan Presiden Amerika Serikat Donald Trump di Beijing. Dalam waktu berdekatan, Tiongkok kini memainkan peran sentral dalam percaturan politik global di tengah rivalitas yang semakin tajam antara Washington, Moskow, dan Beijing.

Media internasional The Guardian melaporkan, Xi dan Putin sebelumnya telah saling bertukar surat ucapan menjelang pertemuan tersebut. Xi menegaskan hubungan Rusia dan Tiongkok terus berkembang semakin erat selama lebih dari tiga dekade terakhir.

Hubungan strategis kedua negara memang semakin kuat sejak invasi Rusia ke Ukraina pada 2022. Di tengah gelombang sanksi Barat terhadap Moskow, Tiongkok menjadi salah satu mitra ekonomi utama yang membantu menopang stabilitas ekonomi Rusia, khususnya melalui kerja sama perdagangan energi.

Energi Jadi Fokus Utama

Sektor energi diperkirakan menjadi agenda paling krusial dalam pembicaraan Xi dan Putin. Dalam beberapa tahun terakhir, perdagangan minyak dan gas antara kedua negara meningkat signifikan.

Baca Juga: Menaker: Industri Harus Maju, Pekerja Harus Sejahtera

Data Centre for Research on Energy and Clean Air mencatat Tiongkok telah membeli bahan bakar fosil Rusia senilai lebih dari USD367 miliar sejak perang Ukraina pecah.

Analis senior Atlantic Council, Joseph Webster, menilai Beijing kini berupaya memperkuat ketahanan energi nasional melalui pasokan dari Rusia di tengah meningkatnya ketidakpastian geopolitik dunia.

“Beijing ingin memperkuat pasokan energi dari Rusia guna mengantisipasi ketidakpastian geopolitik, termasuk potensi konflik di Selat Taiwan,” ujarnya.

Selain menjaga stabilitas energi, Rusia juga terus mendorong percepatan proyek pipa gas Power of Siberia 2 yang selama ini menjadi ambisi besar Moskow.

Proyek tersebut dirancang untuk meningkatkan kapasitas ekspor gas Rusia ke Tiongkok hingga mencapai 50 miliar meter kubik per tahun dan diyakini menjadi salah satu jalur strategis baru bagi ekonomi Rusia setelah pasar Eropa mulai berkurang akibat sanksi Barat.

Taiwan dan Rivalitas Global

Di luar isu energi, ketegangan di kawasan Asia Timur diperkirakan turut menjadi pembahasan penting, terutama terkait Selat Taiwan.

Isu Taiwan sebelumnya juga muncul dalam pertemuan Xi Jinping dengan Donald Trump pekan lalu. Namun, pembicaraan antara Beijing dan Washington disebut lebih banyak menyoroti perang dagang, situasi Timur Tengah, dan stabilitas kawasan Indo-Pasifik.

Baca Juga: Gembara dan Warga Lubuk Cuik Demo Soal BUMDes hingga Aset Desa, Situasi Sempat Memanas

Xi dilaporkan mengingatkan Trump agar berhati-hati dalam menangani isu Taiwan demi menghindari eskalasi konflik di Asia Timur.

Bagi Beijing, Taiwan tetap menjadi isu sensitif yang berkaitan langsung dengan kedaulatan nasional, sementara bagi Amerika Serikat kawasan tersebut menjadi bagian penting dari strategi geopolitik di Indo-Pasifik.

Pertemuan Xi dan Putin kali ini dinilai tidak hanya mempertegas kedekatan Tiongkok-Rusia, tetapi juga menjadi sinyal kuat bahwa poros kekuatan global tengah mengalami pergeseran besar di tengah meningkatnya ketegangan antarnegara besar dunia.(jpg/han)

Editor : Johan Panjaitan
#xi jinping #beijing #energi #selat taiwan #vladimir putin