sumutpos.jawapos.com - Jangan sepele dengan kebersihan handuk, alat mandi itu sangat rentan menjadi sarang bakteri.
Melansir Real Simple, Kamis (19/3/2026), handuk yang lembap dapat menjadi tempat berkumpulnya sel kulit mati, bakteri, dan minyak berlebih dari kulit.
Pun, ketika handuk yang kotor digunakan berulang kali, risikonya adalah infeksi kulit atau memperparah kondisi kulit seperti jerawat.
Artinya, segera cuci handuk Anda. Berikut beberapa faktor yang dapat memengaruhi seberapa sering Anda perlu mencuci handuk:
1. Bau tak sedap
Jika handuk mulai berbau sebelum digunakan tiga kali, segera cuci dan ganti dengan yang bersih.
Bau adalah indikator utama bahwa handuk sudah menjadi sarang bakteri.
2. Frekuensi mandi
Jika Anda mandi setiap hari, ada kemungkinan handuk bisa digunakan sedikit lebih lama.
Namun, kebersihan dan cara penyimpanan tetap menjadi penentu utama.
3. Keringat berlebih dan iklim lembap Apabila Anda banyak berkeringat karena aktivitas fisik atau tinggal di daerah dengan kelembapan tinggi, maka handuk perlu diganti lebih sering.
Handuk yang tidak cepat kering akan lebih mudah menjadi tempat berkembangnya bakteri.
4. Jenis bahan handuk
Jenis bahan handuk juga berpengaruh. Handuk dengan pola waffle (seperti sarang lebah) cenderung lebih cepat kering dibandingkan handuk katun biasa.
Jason Gutierrez, salah satu pendiri perusahaan tekstil Geometry, menyarankan penggantian handuk waffle setiap 7-10 hari, tergantung pada frekuensi pemakaian, lokasi penyimpanan, serta kelembapan lingkungan tempat handuk digantung.
5. Paparan polutan lingkungan
Menurut para ahli dari Cozy Earth, paparan bulu hewan peliharaan, asap, atau polusi udara juga dapat memengaruhi kebersihan handuk dan mempercepat kebutuhan untuk menggantinya.(lin)