Mau Hindari Jet Lag? Ini Waktu Terbaik untuk Terbang dan Tips Pencegahannya

Redaksi • Dipublikasikan Rabu, 9 September 2026 | 11:30 WIB
Ilustrasi, penumpang pesawat jarak jauh kerap mengalami jet lag. (pexels.com)
Ilustrasi, penumpang pesawat jarak jauh kerap mengalami jet lag. (pexels.com)

sumutpos.jawapos.com - Jet lag adalah kondisi ketika jam biologis tubuh tidak sesuai dengan waktu di negara tujuan.

Akibat dari jet lag ini, tubuh bisa merasa lelah, sulit tidur, mengantuk di siang hari, hingga sulit berkonsentrasi.

Mau agar tidak terjadi jet lag meski melakukan perjalanan jauh yang melewati beberapa zona waktu, seperti dari Indonesia ke Eropa, Amerika Serikat, atau sebaliknya?

Melansir Travel Leisure, Senin (7/9/2026), meski sulit dihindari sepenuhnya, ada beberapa cara yang bisa membantu mengurangi risiko jet lag, termasuk memilih waktu penerbangan yang tepat.

Baca Juga: Jangan Terlalu Memaksa Bahagia, 5 Langkah Ini Justru Bikin Hidup Lebih Lega

Tak hanya memilih waktu yang tepat, situs Qantas juga mengatakan ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mencegah jet lag, yakni:

1. Ubah jadwal tidur beberapa hari sebelum berangkat
Jika bepergian ke negara yang waktunya lebih cepat dari Indonesia, cobalah tidur 30 hingga 60 menit lebih awal selama beberapa hari sebelum keberangkatan.

Sebaliknya, jika menuju negara dengan waktu lebih lambat, kamu bisa tidur sedikit lebih malam dari biasanya.

2. Perbanyak minum air putih
Kabin pesawat memiliki tingkat kelembapan yang rendah sehingga tubuh lebih mudah mengalami dehidrasi. Kondisi ini dapat memperparah gejala jet lag.

Baca Juga: Kanker Mulut Bisa Ancam Siapa Saja, Ini Kebiasaan Sehari-hari yang Jadi Pemicunya

Minumlah air putih sebelum, selama, dan setelah penerbangan. Kurangi konsumsi alkohol serta minuman berkafein berlebihan karena dapat mengganggu kualitas tidur.

3. Tidur mengikuti waktu negara tujuan
Setelah naik pesawat, ubah jam tangan atau ponsel ke waktu negara tujuan. 

Jika di tujuan sudah malam, cobalah tidur. Jika masih siang, usahakan tetap terjaga.

Cara sederhana ini membantu tubuh mulai menyesuaikan ritme biologis lebih cepat.

4. Bergerak secara berkala
Duduk terlalu lama selama penerbangan dapat membuat tubuh terasa pegal dan lemas. 

Luangkan waktu untuk berjalan di lorong pesawat atau melakukan peregangan ringan setiap beberapa jam.

Baca Juga: Gubsu Bobby Nasution Dukung Zulkarnaen Tangani Masalah Banjir di Jalan Letda Sudjono

Selain meningkatkan sirkulasi darah, tubuh juga akan terasa lebih segar saat tiba di tujuan.

Berikut waktu yang terbaik untuk terbang supaya tidak mengalami jet lag:

1. Tiba sore atau menjelang malam
Banyak pakar perjalanan menyarankan waktu terbaik untuk terbang agar tidak jet lag adalah penerbangan yang membuat kamu tiba di tujuan sekitar pukul 14.00 hingga 17.00 waktu setempat.

Alasannya, kamu masih memiliki waktu untuk terkena sinar matahari dan beraktivitas ringan sebelum tidur malam. 

Baca Juga: Tiga Warga Batu Bara Tewas dalam Kebakaran PT Evyap, Keluarga Terima Santunan hingga Rp1,2 Miliar

Paparan cahaya alami membantu tubuh lebih cepat menyesuaikan diri dengan zona waktu baru.

2. Terbang malam
Penerbangan dari Jakarta ke kota-kota Eropa umumnya memakan waktu lebih dari 12 jam. 

Jika berangkat malam dari Indonesia, kamu bisa mencoba tidur selama perjalanan dan tiba pada pagi atau siang hari di tujuan.

Cara ini membantu tubuh menyesuaikan pola tidur dengan waktu setempat, meski efeknya bisa berbeda pada setiap orang.

3. Hindari tiba tengah malam
Tiba di negara tujuan pada tengah malam bisa membuat proses adaptasi lebih sulit. 

Baca Juga: Napoli vs Arsenal: The Gunners Bidik Rekor Sempurna

Selain tubuh yang lelah, pilihan transportasi dan aktivitas juga lebih terbatas.

Sebisa mungkin pilih jadwal yang memungkinkan kamu tiba saat masih ada aktivitas di luar ruangan sehingga tubuh mendapat sinyal waktu baru dari lingkungan sekitar.(lin)

Editor : Redaksi
Jet Lag Traveling Nyaman liburan tips travel tips penerbangan