sumutpos.jawapos.com - Ketika antibiotik tidak lagi efektif dalam membunuh bakteri maka itu berarti tubuh mengalami resistensi.
Artinya, ada penggunaan antibiotik yang tidak tepat sampai resistensi dan membuat bakteri seolah kebal hingga terus bebas menyerang tubuh.
Melansir WebMD, Selasa (3/2/2026), antibiotik hanya dapat digunakan untuk mengatasi dan mencegah infeksi bakteri.
Dengan kata lain, antibiotik pada dasarnya tidak dapat mengobati infeksi virus seperti pilek, flu, dan sebagian besar batuk.
Jadi, penggunaan antibiotik untuk penyakit seperti di atas cenderung tidak tepat dan berbahaya karena bisa menyebabkan resistensi antibiotik.
Yaitu, kondisi ketika antibiotik tidak lagi efektif dalam membunuh bakteri yang menginfeksi tubuh.
Konkretnya, resistensi antibiotik menyebabkan bakteri tetap berkembang biak dan sulit diobati.
Akibatnya, penderita dapat mengalami komplikasi yang berat, bahkan kematian.
Sebagai informasi, ada dua cara kerja unik antibiotik. Yang pertama antioksidan bakterisida, seperti penilisin untuk membunuh bakteri.
Kedua, bakteriostatik untuk menghentikan bakteri berkembang biak.
Beberapa jenis penyakit akibat infeksi bakteri yang dapat diobati dengan antibiotik antara lain infeksi gigi dan
Infeksi kulit akibat bakteri, seperti selulitis dan impetigo.
Lalu penyakit meningitis, infeksi kandung kemih dan ginjal, dan infeksi menular seksual, seperti sifilis dan klamidia. Termasuk, pneumonia akibat bakteri dan bronkitis.
Begitulah, antibiotik memang sering kali dianggap sebagai obat termanjur untuk berbagai macam penyakit. Padahal, tidak semua penyakit memerlukan penggunaan antibiotik. (lin)
Editor : Redaksi