Penari Saman 10001 di Gayo Lues pecahkan rekor MURI.
ACEH, SUMUTPOS.CO - Sejak tahun 2010 yang lalu, Tari Saman yang berasal dari Gayo Lues sudah menjadi milik dunia. Ya, saat itu Unesco meresmikan tarian yang sudah ada sejak abad ke-13 ini sebagai warisan dunia. Kemarin (13/8), Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gayo Lues mencatatkan tarian ini dalam buku rekor Museum Rekor Indonesia (MURI) dengan penari terbanyak.
Minggu, 13 Agustus 2017 akan menjadi tanggal yang tidak terlupakan bagi warga Kabupaten Gayo Lues Provinsi Aceh. Setidaknya bagi warga Gayo Lues hari tersebut menjadi sejarah. Bagaimana tidak, tarian yang sudah terkenal di dunia ini masuk Museum Rekor Indonesia (MURI) untuk kategori Penari Saman terbanyak.
Awalnya, kabupaten yang memiliki 24 kecamatan ini mendaftarkan 10.001 Penari Saman, tapi pada hari pelaksana, ada tambahan sekitar 2.261 yang berasal dari berbagai kecamatan dan Kabupaten Aceh Timur, sehingga menjadi 12.262 penari yang terlibat. Ya, para penari ini ingin ikut serta merasakan sensasi menjadi bagian sejarah dari Tari Saman.
Untuk memenuhi target, Pemkab Gayo Lues mewajibkan semua kecamatan untuk turut serta dalam acara ini. Dimana setiap kecamatan diwajibkan mengirimkan warganya minimal 400 orang yang berjenis kelamin laki-laki untuk turut serta. Adapun yang paling banyak mengirimkan wakilnya dari kecamatan Blangkejeren yang berjumlah lebih dari 1.000 orang.
Karena tidak semua warga bisa ikut serta, para penari Saman ini terdiri dari berbagai kalangan, ada yang masih duduk di bangku sekolah tingkat SMP, SMA, ada juga yang pekerja baik di pemerintahan maupun di swasta.
Untuk memeriahkan acara ini, pemerintah Gayo Lues pun harus menyiapkan kaos yang bercorak adat Gayo Lues yang didominasi dengan warna hitam, hijau, dan merah. Tepuk tanggan membahana di Stadion Seribu Bukit Blangkejeren sejak awal anggin yang bersuara nyaring mulai mengeluarkan senandung.
Mendengar senandung tersebut, belasan ribu pria yang duduk bersama di tengah stadion mulai menegakkan badan. Masing-masing mulai menyiapkan kedua telapak tangannya di atas dada, dan ada juga yang mulai melepaskan tali seperti topi dari atas kepalanya.
Sesekali, posisi belasan ribu pria ini berganti posisi seperti setengah sujud. Sekali juga, posisi mereka seperti kepala menengadah. Kadang, secara serentak, para penari ini berubah gaya seperti gerakan salat memberi salam. Dan yang pasti, setiap berubah gerakan, maka tepuk tangan dan senyum sumringah terlihat dari wajah para penonton.
Gubenur Aceh, Irwandi Jusuf memegang piagam rekor Muri setelah Tarian Saman Massal di Gayo Lues, Sabtu (13/8).
Tepuk dari setengah warga Gayo Lues bercampur dengan tepukan dari para penari menghasilkan suara yang membahana di stadiun terbesar di Gayo Lues, saat para penari tersebut mulai menunjukkan gerakan tari Saman yang cepat.
Walaupun matahari sudah menunjukkan keganasannya, tepukan yang membahana dan sahut-sahutan antara angin dan para penari tidak mengurangi semangat para penari ini. Dan inilah yang menjadi hal yang menarik dalam pertunjukan ini. 30 menit berlalu, para penari inipun mengakhiri pertunjukkan yang mulai disiapkan sejak Bulan Februari yang lalu.
Kemeriahan acara ini sebenarnya sudah terlihat sejak minggu pagi, dimana jalanan kota Blangkejeren sudah mulai macet, padahal biasanya jalanan sunyi hingga sore hari. Jalanan macet ini dikarenakan semua masyarakat Gayo Lues menuju satu kawasan yaitu Stadion Seribu Bukit. Selain mobil pribadi, becak dan kendaraan umum serta pikap juga disediakan pemkab untuk mengangkut semua penari ini.
Bupati Gayo Lues, Ibnu Hasim menyatakan, awalnya, Tari Saman 10.001 ini dilaksanakan pada Februari, tetapi karena masuk masa pilkada, dirinya mengurungkan niat dan akhirnya dilaksanakan pada Bulan Agustus. "Sekarangkan sudah tenang, pilkada sudah dapat hasilnya, jadi tidak ada yang berpikiran negatif," ujar bupati yang senang dengan tari sanam ini.
Untuk diketahui, sebelumnya Pemkab Gayo Lues sudah pernah melakukan penampilan Tari Sanam yang melibatkan 5.001 penari. "Karena sudah pernah melakukannya, kini kita tidak terlalu ribet, latihannya juga tidak lama, hanya dua bulan saja," tutupnya.
Disaksikan Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf, Manager MURI Andre Purwandono menyerahkan piagam kepada Bupati Gayo Lues, Ibnu Hasyim. Ia berharap, seluruh masyarakat Indonesia dapat melestarikan Tari Saman. "Ini merupakan rekor dunia. Hanya Indonesia yang miliki maha karya sangat indah ini," ujarnya.
Irwandi Yusuf menyebutkan, tarian saman spektakuler dan diakui PBB sebagai budaya dunia. "Tari saman milik dunia. Yang buat Tari Saman orang Gayo Lues bukan warga Aceh secara keseluruhan," sebutnya.
Penari membawakan Tari Benes, merupakan salah satu tarian penyambut tamu asal Gayo Lues.
SEGERA TAMPIL DI EROPA
Sementara, perhelatan akbar ini turut dihadiri Direktur Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Hilmar Farid. Ia mengatakan, Kemendikbud akan memfasilitasi dan membantu melestarikan Tari Saman ini. “Tarian ini tidak dimiliki daerah lain di Indonesia, akan terus berkembang dan kita jaga,” sebutnya.
Ia juga menyatakan, Saman akan dimasukkan dalam dunia pendidikan terkait pengembangan karakter anak. “Ini langkah kita untuk tetap melestarikan, anak-anak bisa belajar dan mendapatkan akses langsung,” sebutnya.
Menurutnya, Tarian Saman sudah sangat pantas tampil di panggung internasional. Bahkan, pihaknya berencana mempromosikannya November mendatang di Eropa. “Saya kira masyarakat Indonesia yang paham dengan budaya akan belajar dengan Gayo Lues,” sebutnya.
Terpisah, Ketua Panitia yang juga Sekda Gayo Lues H Thalib menyebutkan, dari hasil perkiraan jumlah penonton mencapai 50 ribu orang labih. Menurutnya, masyarakat yang tidak mendapatkan kesempatan masuk, telah disediakan LED TV di perkarangan stadion.
Selain jumlah penonton yang di luar perkiraan awal, jumlah penari juga melebihi target yakni 10.001. "Kita bersyukur acara bisa berjalan lancar tanpa ada kendala. Acara bisa berlangsung dengan baik semuaya, karena dukungan seluruh elemen masyarakat. Kami sebagai panitia mengucapkan terimah kasih sebesar-besarnya pada selururuh eleman masyarakat," sebutnya. (ibi/yud/mai/jpg/ram/adz) Editor : Admin-1 Sumut Pos