Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Warga Geruduk PT Universal Gloves! Limbah Cemari Lingkungan, Air Sumur Hitam dan Udara Sesak

Johan Panjaitan • Senin, 6 Oktober 2025 | 21:35 WIB
Puluhan warga menggeruduk PT  Universal Gloves karena aktivitas perusahaan mencemari lingkungan mereka. (ISTIMEWA/SUMUT POS)
Puluhan warga menggeruduk PT Universal Gloves karena aktivitas perusahaan mencemari lingkungan mereka. (ISTIMEWA/SUMUT POS)

PATUMBAK, Sumutpos.jawapos.com-Puluhan warga, mayoritas kaum ibu-ibu, menggelar aksi protes besar-besaran di depan gerbang pabrik PT Universal Gloves (UG) di Jalan Pertahanan, Kecamatan Patumbak, Kabupaten Deliserdang, Senin (6/10/2025).

Aksi tersebut dipicu oleh dugaan pencemaran lingkungan akibat aktivitas produksi perusahaan penanam modal asing (PMA) tersebut yang bergerak di bidang pembuatan sarung tangan karet.

Debu Limbah Berterbangan, Air Sumur Berubah Hitam

Warga yang berasal dari Dusun I Desa Patumbak Kampung menilai perusahaan tidak mengelola limbah cangkang hasil produksi secara maksimal. Akibatnya, debu dan asap pembakaran dari instalasi pabrik mencemari udara sekitar.

“Bekas pembakaran cangkang pabrik berterbangan, debunya sampai ke rumah warga. Pakaian yang dijemur jadi kotor, kami juga sering sesak napas,” teriak Sumantri, koordinator aksi, di sela-sela unjuk rasa.

Tak hanya udara, warga juga mengeluhkan limbah cair dari proses produksi yang disebut sudah mencemari sumur warga.

“Air sumur kami jadi hitam dan berbau. Kami minta PT UG bertanggung jawab atas pencemaran ini!” teriak para pengunjuk rasa dengan penuh emosi.

Warga Tuntut Pemeriksaan Ulang AMDAL

Dalam aksinya, massa menuntut agar instalasi AMDAL (Analisis Mengenai Dampak Lingkungan) milik perusahaan diperiksa ulang oleh instansi terkait. Mereka menilai pengelolaan limbah oleh PT Universal Gloves tidak sesuai standar dan berpotensi melanggar aturan lingkungan hidup.

Warga juga meminta perusahaan memindahkan lokasi pengelolaan limbah cangkang, yang dinilai menjadi sumber utama polusi udara dan air di sekitar pemukiman.

Aksi protes dimulai sekitar pukul 09.00 WIB dan berlangsung hingga sore hari. Massa membawa berbagai poster dan spanduk bertuliskan desakan agar PT Universal Gloves bertanggung jawab atas pencemaran lingkungan yang mereka alami.

Perwakilan PT UG sempat mendatangi lokasi untuk berdialog dengan warga, namun tidak tercapai kesepakatan.

“Kalau tidak ada kejelasan, kami akan datang lagi dengan massa yang lebih banyak!” ancam warga di akhir aksi.

Warga berharap Dinas Lingkungan Hidup Deliserdang dan instansi terkait segera turun tangan melakukan pemeriksaan lapangan dan menindak perusahaan bila terbukti melakukan pencemaran.

Mereka juga menegaskan akan terus berjuang sampai lingkungan mereka kembali bersih dan layak huni.(rel/han)

Editor : Johan Panjaitan
#limbah #lingkungan #Geruduk #warga