Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Terlibat Cinta Segita, Seorang Caleg Dalangi Pembunuhan Indriana

Johan O Silalahi • Senin, 4 Maret 2024 | 12:56 WIB
EVAKUASI: Petugas kepolisian melakukan evakuasi terhadap jenazah korban.
EVAKUASI: Petugas kepolisian melakukan evakuasi terhadap jenazah korban.

SUMUTPOS.CO- Indriana Dewi Eka Saputri (24) ditemukan tewas dalam kondisi terbungkus selimut di Konta Banjar, Jawa Barat. Aksi pembunuhan ini didalangi seorang Caleg yang terdaftar sebagai Caleg
dari Partai Garuda dapil Jawa Barat IV, Devara Putri Prananda (DP) dan bersama kekasihnya, Didot Alfiansyah (DA).


Dikatakan Dirkrimum Polda Jawa Barat Kombes Surawan, motif pembunuhan dilatari cinta segitiga. Dimana tersangka Devara merasa cemburu karena kekasihnya, Didot juga menjalin hubungan asmara dengan korban, Indriana.


"Kira-kira seperti itu (cinta segitiga). Jadi karena cemburu kemudian melakukan ini," ujar Direktur Kriminal Umum (Dirkrimum) Polda Jawa Barat Kombes Surawan usai olah TKP di Jl Bukit Pelangi, Babakanmadang, Kabupaten Bogor, Jumat (1/3/2024).


Terpisah, Kanit 1 Ranmor Direktorat Kriminal Umum Polda Jabar AKP Luhut Sitorus menjelaskan bahwa Didot berpacaran dengan Devara. Di luar sepengetahuan Devara, Didot menjalin hubungan dengan Indriana, korban.

"Awal pacaran dengan DP, kemudian 7 bulan terakhir pacaran sama korban," kata Luhut.


Mengetahui kekasihnya menjalin hubungan dengan wanita lain, Devara dan Didot pun bertengkar. Didot pun meminta balikan kepada Devara. Mendengar itu, Devara pun memberikan syarat bila ingin balikan. Devara ingin tidak mau melihat Indriana Dewi Eka Saputri, lagi di dunia.

"Terserah mau kau bunuh, mau apa, saya nggak mau dia ada di dunia ini,"ucap Luhut, menirukan ucapan Devara.

"Karena korban sering dugem, pelaku Devara mau kembali lagi ke pacarnya yang ini, tapi perempuan ini bilang 'Saya nggak mau kalau dia masih ada di dunia ini'," kata Luhut.

"Terserah mau kau bunuh, mau apa, saya nggak mau dia ada di dunia ini," imbuh Luhut menirukan ucapan tersangka.


Tak sampai disitu saja, lanjut Luhut, kedua sejoli inipun menyewa pembunuh bayaran yakni Muhammad Reza (MR). MR dijanjikan dihadiahi Rp 50 juta untuk menghabisi nyawa Indriana.

Sementara Waketum Partai Garuda Teddy Gusnaidi mengatakan nama Devara Putri Prananda memang terdaftar sebagai caleg di partainya. Namun dia mengaku tak mengenali langsung sosok Devara.

"Secara nama ya sama, tapi saya tidak tahu apakah itu orang yang sama, karena tidak kenal secara langsung," kata Teddy.(bbs/han)

Editor : Redaksi
#pembunuhan #partai garuda