Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Jamaah Calon Haji Kembali Meninggal Dunia di Pesawat

Juli Rambe • Rabu, 21 Mei 2025 | 20:45 WIB
Kadaker Bandara Abdul Basir. (Dok: MCH 2025)
Kadaker Bandara Abdul Basir. (Dok: MCH 2025)

 

SUMUTPOS.CO- Kabar duka kembali datang dari Tanah Suci. Seorang jamaah haji asal Indonesia bernama Kusnandar Endi Adimiharja berusia 67 tahun, yang tergabung dalam kloter JKG 40 embarkasi Jakarta-Pondok Gede, meninggal dunia saat dalam perjalanan menuju Arab Saudi.

Ini menjadi kasus kematian ketiga jemaah haji Indonesia yang meninggal di dalam penerbangan atau kawasan bandara pada musim haji 2025.

Kusnandar wafat di dalam pesawat Garuda Indonesia GIA 7332 pada Minggu (18/5) pukul 23.22 Waktu Arab Saudi (WAS) atau Senin (19/5) dini hari, sebelum pesawat mendarat di Bandara Internasional King Abdul Aziz, Jeddah.

“Almarhum mengalami sesak napas, diduga akibat serangan jantung. Dokter kloter telah memberikan pertolongan, namun nyawanya tidak tertolong,” ungkap Kepala Daerah Kerja (Kadaker) Bandara, Abdul Basir, di Bandara Jeddah, Selasa (20/5).

Kusnandar diketahui berasal dari Kecamatan Curug, Kabupaten Tangerang, Banten. Ia berangkat ke Tanah Suci didampingi istrinya. Usai dinyatakan meninggal, jenazah langsung diproses sesuai prosedur otoritas Arab Saudi dan telah dimakamkan di Pemakaman Zahban, Kota Jeddah, sehari setelah kejadian.

Abdul Basir menjelaskan bahwa seluruh jamaah haji Indonesia yang wafat di Tanah Suci, baik umrah maupun haji, akan dimakamkan di Arab Saudi, dan tidak dapat dipulangkan ke Indonesia.

“Penempatan jenazah ditentukan oleh otoritas kota dan disesuaikan dengan lokasi rumah sakit atau bandara tempat

penanganan,” ujarnya.

Sebelumnya, Seorang jemaah haji asal Sidoarjo, Nur Fadilah (45), meninggal dunia di dalam pesawat saat penerbangan menuju Madinah, Rabu (7/5/2025).

Nur Fadilah berangkat haji bersama suaminya, Hasan Sadhili. Keduanya tergabung dalam Kloter 20 asal Sidoarjo Embarkasi Surabaya.

Pelaksana Harian (Plh) Sekretaris PPIH Embarkasi Surabaya atau Plh Kabid PHU Kanwil Kemenag Jatim Sugiyo mengatakan, semula Nur Fadilah baik-baik saja. Kemudian pamit ke toilet, selama 30 menit tak kunjung keluar.

Setelah dijemput oleh suaminya, ternyata Nur Fadilah sudah terjatuh dan tidak sadarkan diri. Nur Fadilah pun dinyatakan meninggal dunia ketika pesawat dekat dengan Madinah. (bbs/ram)

 

Editor : Juli Rambe