Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Gus Yahya Tolak Diminta Mundur: Sebut Keputusan Syuriah PBNU Sepihak dan Manipulatif

Johan Panjaitan • Minggu, 23 November 2025 | 12:54 WIB
Ketua Umum PBNU, Gus Yahya. (optika)
Ketua Umum PBNU, Gus Yahya. (optika)

JAKARTA,Sumutpos.jawapos.com-Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) tengah diguncang polemik internal setelah Dewan Syuriah PBNU meminta Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) mundur dari jabatannya. Namun, Gus Yahya menilai keputusan itu sepihak, tidak prosedural, dan bahkan sarat manipulasi.

Ketegangan mencuat setelah risalah rapat harian Syuriah PBNU yang digelar pada 20 November 2025 beredar luas. Dalam dokumen itu, 37 dari 53 pengurus Syuriah sepakat menilai Gus Yahya melanggar aturan organisasi karena menghadirkan narasumber yang disebut berkaitan dengan jaringan zionisme internasional dalam kegiatan Akademi Kepemimpinan Nasional Nahdlatul Ulama (AKN NU).

Ia dianggap mencederai nilai Ahlussunnah wal Jamaah An Nahdliyah dan melanggar Muqaddimah Qanun Asasi NU.

Selain itu, Syuriah juga menyoroti pengelolaan keuangan PBNU yang dinilai mengandung pelanggaran terhadap AD/ART, peraturan perundang-undangan, hingga hukum syara’. Mereka menilai kondisi itu berpotensi membahayakan eksistensi badan hukum NU. Hasil rapat pun diserahkan kepada Rais Aam dan dua Wakil Rais Aam untuk diputuskan lebih lanjut.

Tiga Hari untuk Mundur, Jika Tidak Akan Diberhentikan

Dalam poin keputusan yang ditandatangani Rais Aam KH Miftachul Achyar, Gus Yahya diminta mengundurkan diri dalam tiga hari sejak menerima keputusan tersebut. Jika tidak, Syuriah PBNU akan memberhentikannya sebagai Ketua Umum.

Gus Yahya: Saya Difitnah dan Tidak Diberi Kesempatan Klarifikasi

Menanggapi keputusan itu, Gus Yahya langsung menggelar rapat daring dengan para pimpinan PCNU di seluruh Indonesia. Dalam video yang beredar, ia menegaskan tidak pernah diberikan kesempatan memberikan klarifikasi. Ia merasa ada upaya sistematis untuk menyingkirkannya sebelum Muktamar PBNU tahun depan.

“Ini keputusan sepihak Syuriah. Manipulasi kewenangan dilakukan untuk menjustifikasi keputusan tersebut,” tegas Gus Yahya. Ia juga menyebut narasi yang dibangun terhadap dirinya cenderung fitnah dan tidak sesuai AD/ART, karena pemberhentian seharusnya melalui proses klarifikasi dan bukti pelanggaran yang jelas.

Menurutnya, prosedur yang diambil Syuriah sangat berbahaya bagi tata kelola organisasi NU. “Ini preseden buruk bagi organisasi. Tidak ada klarifikasi, dan alasan yang digunakan tidak valid,” ujarnya.

Meski demikian, Gus Yahya menegaskan keberatannya bukan soal jabatan. Ia mengaku sudah berulang kali mempersilakan PWNU dan PCNU mengajukan calon lain untuk Muktamar mendatang.

Gus Ipul Imbau Pengurus NU Tetap Tenang

Di tengah polemik yang memanas, Sekjen PBNU Saifullah Yusuf (Gus Ipul) meminta seluruh jajaran pengurus NU tetap tenang dan tidak terprovokasi. Menurutnya, ini hanyalah dinamika organisasi yang sedang berjalan dan kini sedang ditangani mekanisme internal Syuriah PBNU.

“Saya minta semua pengurus dan warga NU tetap tenang. Jangan terbawa berita menyesatkan,” ujar Gus Ipul. Ia mengajak seluruh struktur NU untuk menjaga ukhuwah, menahan diri dari pernyataan yang memperkeruh keadaan, dan mengikuti perkembangan hanya dari saluran resmi Syuriah PBNU.

Ia meyakini persoalan ini akan diselesaikan secara baik, proporsional, dan sesuai adab organisasi. “Mari tetap menjaga suasana teduh. Perbanyak salawat, jangan ikut menyebarkan kabar yang tidak pasti,” imbaunya.

Polemik ini masih berlanjut, menunggu tindak lanjut pertemuan antara Gus Yahya dengan Rais Aam serta keputusan resmi Syuriah PBNU dalam waktu dekat.(jpg/han)

Editor : Johan Panjaitan
#Ketua Umum #warga nu #pbnu