Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Menteri ESDM Jamin Harga Pertalite Tetap Rp10 Ribu Per Liter

Juli Rambe • Kamis, 5 Maret 2026 | 07:00 WIB

Meski Akses Jalan Masih Terbatas, BPH Migas Jamin Pasokan BBM Jangkau Wilayah Terdampak Bencana Aceh
Meski Akses Jalan Masih Terbatas, BPH Migas Jamin Pasokan BBM Jangkau Wilayah Terdampak Bencana Aceh

 

SUMUT POS- Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan Pertalite tidak akan naik, meski harga minyak mentah dunia sudah melonjak. 

Diketahui, perang Iran melawan Israel dan Amerika Serikat berimbas pada harga minyak dunia yang kini sudah menembus USD81 Per Barel.

Pemerintah menegaskan selisih harga akibat kenaikan minyak mentah akan ditanggung melalui APBN agar harga jual tetap stabil di masyarakat.

“Untuk harga BBM subsidi, saya pastikan bahwa sampai dengan hari raya tidak ada kenaikan apa-apa. Kami sudah melakukan rapat dengan Dewan Energi Nasional (DEN), dan kami sudah mengantisipasi bahwa stok BBM kita untuk menjelang lebaran,” ujar Bahlil di Istana Negara Jakarta, Rabu (4/3/2026).

Ia menjelaskan asumsi harga minyak dalam APBN sebesar USD70 per barel, sementara harga minyak global saat ini telah berada di kisaran USD80–81 per barel. Kenaikan tersebut dipicu dampak penutupan Selat Hormuz terhadap pasokan energi global. Karena, kebutuhan BBM dari Selat Hormuz mencapai 20 persen secara keseluruhan.

Meski demikian, Bahlil menegaskan harga BBM non-subsidi akan tetap mengikuti mekanisme pasar. 

“Sekalipun ada terjadi kenaikan harga minyak akibat perang Israel, Amerika, dan Iran, tetapi kalau untuk harga BBM yang non subsidi itu memang mekanisme pasar,” lanjutnya.

Pemerintah juga memastikan ketersediaan stok BBM dan LPG menjelang Lebaran tetap aman. Saat ini, daya tampung cadangan energi nasional diperkirakan mampu memenuhi kebutuhan hingga 21 hari ke depan, meskipun Bahlil mengakui kapasitas penyimpanan dalam negeri masih terbatas. 

“Memang sejak dahulu, sudah sejak lama, bahwa kemampuan storage kita, daya tampung BBM kita, ini tidak lebih dari 21 hari sampai 25 hari. Itu kemampuan kita,” tambah Bahlil.

Pemerintah sedang menyiapkan skenario pengalihan impor minyak mentah dan LPG dari Timur Tengah ke negara lain, termasuk Amerika Serikat, guna mengurangi risiko gangguan distribusi akibat penutupan Selat Hormuz.

Sekitar 20–25% impor crude dari Timur Tengah akan dialihkan, sementara impor LPG sebesar 7,8 juta ton tahun ini juga sebagian disesuaikan sumbernya agar pasokan nasional tetap terjaga. (bbs/ram)

 

Editor : Juli Rambe
#harga bbm #Harga pertalite tetap hingga lebaran #Harga bbm imbas perang iran #menteri esdm