SUMUT POS- Di tengah persiapan menghadapi laga penting memghadapi Timnas Australia U-19, Timnas Indonesia U-19 mendapat tambahan tenaga dengan bergabungnya Matthew Baker.
Bek muda yang sebelumnya memperkuat Timnas Indonesia senior pada agenda FIFA Matchday itu dijadwalkan tiba dan bergabung bersama skuad Garuda Muda.
Meski demikian, Kepala Pelatih Timnas U-19, Nova Arianto belum bisa memastikan apakah pemain yang memiliki pengalaman internasional tersebut dapat langsung diturunkan pada pertandingan semifinal.
Baca Juga: Nova Arianto Tak Gentar Hadapi Australia di Semifinal Piala AFF U-19 2026
"Matthew Baker akan tiba jam dua siang ini dan sekali lagi kita akan lihat kondisinya, karena tadi malam setelah pertandingan pastinya selesai sampai lewat malam," ujar Nova.
Pelatih kelahiran Semarang itu mengatakan tim pelatih tidak ingin terburu-buru mengambil keputusan. Kondisi fisik dan kebugaran sang pemain akan menjadi pertimbangan utama sebelum menentukan apakah Matthew Baker bisa dimainkan sejak menit awal atau tidak.
"Saya akan melihat kondisi terbaik Baker," tambahnya.
Kehadiran Baker tentu menjadi kabar baik bagi Timnas Indonesia U-19. Pengalamannya bersama tim senior diharapkan dapat memberikan tambahan kualitas sekaligus meningkatkan kepercayaan diri para pemain lainnya.
Selain menanti kedatangan Matthew Baker, tim pelatih juga terus memantau kondisi bek Reno Salampessy yang mengalami cedera saat pertandingan melawan Vietnam pada laga terakhir fase grup.
Reno sendiri menegaskan dirinya akan berusaha semaksimal mungkin untuk segera pulih agar dapat kembali memperkuat Garuda Muda pada laga-laga penting.
"Saya akan bantu semuanya, menjalankan terapi, konsultasi sama dokter, semua saya akan bantu," kata Reno.
Pemain bertahan tersebut mengaku siap mengikuti seluruh program pemulihan yang diberikan tim medis demi mempercepat proses penyembuhan.
Cedera yang dialami Reno memang menjadi perhatian tersendiri mengingat pemain tersebut merupakan salah satu andalan di lini belakang Timnas Indonesia U-19. Kehadirannya sangat dibutuhkan untuk menghadapi serangan-serangan Australia yang dikenal agresif.
Reno juga mengungkapkan bahwa keberhasilan Indonesia melangkah hingga semifinal merupakan buah dari kerja keras seluruh pemain selama menjalani pemusatan latihan.
Meski waktu persiapan yang dimiliki tidak terlalu panjang, para pemain mampu membangun kekompakan dan chemistry yang semakin baik dari pertandingan ke pertandingan.
"Kami selalu memberikan yang terbaik di setiap pertandingan. Bisa lolos sebagai juara grup tentu menjadi sesuatu yang membanggakan bagi kami. Tetapi itu bukan hal yang membuat kami cepat puas karena kami baru berkumpul selama delapan minggu," ujar Reno.
Menurutnya, seluruh pemain memiliki tekad yang sama, yakni membawa Timnas Indonesia U-19 melangkah sejauh mungkin dan mengharumkan nama bangsa di ajang ASEAN U-19 Boys Championship 2026.
Pertandingan melawan Australia akan menjadi salah satu ujian terbesar bagi generasi muda Indonesia di bawah arahan Nova Arianto.
Kemenangan tidak hanya akan membawa Garuda Muda melaju ke partai puncak, tetapi juga menjadi pembuktian bahwa Indonesia mampu bersaing dengan tim-tim terbaik di kawasan Asia Tenggara dan Oseania.
Dengan semangat juang yang tinggi, persiapan yang terus dimatangkan, serta dukungan penuh dari masyarakat Indonesia, Garuda Muda bertekad melanjutkan langkah mereka menuju final Piala AFF U-19 2026.
Laga Indonesia kontra Australia pun dipastikan akan menjadi pertandingan yang sarat tensi dan menyita perhatian pecinta sepak bola nasional.
Di atas lapangan, pasukan Nova Arianto akan membawa satu misi besar: menyingkirkan Young Socceroos dan membuka jalan menuju gelar juara ASEAN U-19 Boys Championship 2026. (san/ram)
Editor : Juli Rambe