Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

SNPMB Jalur SNBP & SNBT 2025, Unimed Sediakan 11.652 Kursi

Redaksi Sumutpos.co • Selasa, 4 Februari 2025 | 18:43 WIB
SOSIALISASI: Unimed saat melaksanakan Sosialisasi dan Promosi SNPMB Jalur SNBP dan SNBT 2025 secara daring Zoom Meeting dan live streaming, Senin (3/2). (Dokumen Humas  Unimed)
SOSIALISASI: Unimed saat melaksanakan Sosialisasi dan Promosi SNPMB Jalur SNBP dan SNBT 2025 secara daring Zoom Meeting dan live streaming, Senin (3/2). (Dokumen Humas Unimed)

MEDAN, SUMUTPOS.CO - Universitas Negeri Medan (Unimed) melaksanakan Sosialisasi dan Promosi (Sospro) Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) Jalur SNBP dan SNBT 2025 bagi
para kepala sekolah, guru BK, dan para siswa SMA, SMK, dan MA sederajat se-Sumatera Utara (Sumut). Kegiatan Sospro dilaksanakan secara daring Zoom Meeting dan live
streaming pada Senin (3/2) lalu.

Ikut hadir perwakilan Dinas Pendidikan (Disdik) Sumut, perwakilan Kemenag Sumut, ratusan kepala sekolah, guru BK, dan siswa SMA, SMK, dan MA sederajat di Sumut.
Kegiatan dibuka Wakil Rektor 1 Unimed Abil Mansyur, yang sekaligus sebagai pemateri, dan pemateri kedua yakni Kepala Humas Unimed M Surip.

Proses SNPMB 2025 telah dimulai sejak Januari lalu, dengan registrasi akun SNPMB sekolah, kemudian pengisian Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS), dan registrasi
SNPMB akun siswa. Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) yang merupakan satu jalur pertama pada SNPMB 2025, pendaftarannya dibuka mulai Selasa, 4 Februari 2025,
tepat pukul 15.00 WIB.

Bagi para pelamar yang berminat masuk ke perguruan tinggi negeri melalui jalur SNBP, ada beberapa syarat dan jadwal penting yang perlu diperhatikan.

Wakil Rektor 1 Bidang Akademik, Abil Mansyur menjelaskan, pada SNPMB tahun ini Unimed akan menerima mahasiswa baru dengan kouta 11.652 kursi. Kuota tersebut dibagi ke
dalam tiga jalur, yakni SNBP dengan 26 persen atau 3.051 mahasiswa baru. Jalur SNBT dengan kouta 50 persen atau 5.862 mahasiswa baru. Dan jalur Mandiri, dengan kouta
24 persen atau 2.739 mahasiswa baru. Kouta 11.652 mahasiswa baru tersebut tersebar ke dalam 57 program studi (prodi) sarjana, diploma empat, dan diploma tiga pada
tujuh fakultas di Unimed.

Kepala Humas Unimed, M Surip menjelaskan, jalur SNBP ini berdasarkan penelusuran hasil prestasi yang diperoleh siswa.

"Hasil penelusuran prestasi itu dinilai menggunakan nilai rapor serta prestasi akademik dan non-akademik siswa yang telah ditetapkan oleh Perguruan Tinggi Negeri
(PTN). Sekolah memiliki peran penting agar siswanya dapat mengikuti SNBP. Untuk itu, sekolah harus mempunyai Nomor Pokok Sekolah Nasional (NPSN), dan sekolah juga
harus mengisikan rapor siswa yang eligible di PDSS dengan lengkap dan benar," jelasnya.

Dia juga menekankan, ketentuan siswa yang eligible juga perlu diperhatikan.

"Ada ketentuan yang perlu diingat, pertama ketentuan akreditasi, yakni bagi yang akreditasi A, merupakan 40 persen terbaik di sekolahnya. Untuk akreditasi B, 25 persen
terbaik di sekolahnya. Dan untuk akreditasi C dan lainnya, lima persen terbaik di sekolahnya. Dan untuk sekolah yang menggunakan e-rapor dalam pengisian PDSS, akan
mendapatkan tambahan kuota siswa eligible sebesar lima persen," tutur Surip.

Untuk jadwal SNBP, Surip menegaskan, agar siswa dan sekolah perlu mencatat tanggal-tanggal penting jalur masuk SNBP 2025 ini.

"Ada delapan tanggal tahapan yang perlu dicatat. Yakni pengumuman kuota sekolah pada 28 Desember 2024; masa sanggah pada 28 Desember 2024 hingga 17 Januari 2025;
registrasi akun SNPMB sekolah pada enam sampai 31 Januari 2025; pengisian PDSS oleh sekolah pada enam hingga 31 Januari 2025; registrasi akun SNPMB siswa pada 13
Januari sampai 18 Februari 2025; pendaftaran SNBP pada empat hingga 18 Februari 2025; pengumuman hasil SNBP pada 18 Maret 2025; dan masa unduh kartu peserta SNBP pada
empat Februari sampai 30 April 2025," paparnya.

Siswa pun diimbau agar dapat mendaftar SNBP dengan akun SNPMB siswa.

“Sebelum membuat akun siswa pada laman https://portal-snpmb.bppp.kemdikbud.go.id, siswa harus memiliki Nomor Induk Siswa Nasional (NISN). Setelah itu, jangan lupa
untuk melihat, apakah data yang telah dimasukkan sekolah sudah benar di data Dapodik. Siswa dapat mengecek data NISN-nya pada laman https://nisn.data.kemdikbud.go.id
lebih dulu, sebelum melanjutkan pendaftaran akun SNPMB siswa,” beber Surip.

“Setelah melakukan registrasi akun, diharapkan siswa segera melakukan verval akun pada laman yang sama. Pada verval akun, siswa dapat memastikan kembali datanya dan
kemudian mengisi data alamat dan penghasilan orang tua. Setelah itu meng-upload foto sesuai dengan ketentuan,” pungkasnya. (rel/saz)

Editor : Redaksi