Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Dosen Poltekkes Kemenkes Medan Cegah Anemia dan KEK Ibu Hamil Lewat Program SAVED

Johan Panjaitan • Jumat, 29 Agustus 2025 | 15:10 WIB
Dosen Poltekkes Kemenkes Medan dari Prodi Kebidanan Tapanuli Utara memberikan edukasi dan demonstrasi pemanfaatan pangan lokal untuk pencegahan anemia dan KEK pada ibu hamil.
Dosen Poltekkes Kemenkes Medan dari Prodi Kebidanan Tapanuli Utara memberikan edukasi dan demonstrasi pemanfaatan pangan lokal untuk pencegahan anemia dan KEK pada ibu hamil.

TAPUT, Sumutpos.jawapos.com-Anemia dan Kekurangan Energi Kronis (KEK) masih menjadi dua permasalahan utama kesehatan ibu hamil di Indonesia yang berdampak serius terhadap keselamatan ibu dan bayi. Merespons hal tersebut, dosen dari Prodi DIII Kebidanan Poltekkes Kemenkes Medan melaksanakan program pengabdian masyarakat di Desa Siborong-borong 1, Kecamatan Siborong-borong, Kabupaten Tapanuli Utara melalui program bertajuk SAVED (Strategies Action to Prevent Anaemia and Chronic Energy Deficiency).

Kegiatan ini bertujuan menekan angka kejadian anemia dan KEK pada ibu hamil serta mendukung pencegahan stunting sejak masa kehamilan. Program SAVED dilakukan melalui serangkaian kegiatan mulai dari skrining kesehatan, penyuluhan, pelatihan pengolahan pangan lokal, hingga pembentukan kader pendamping ibu hamil.

Data lokal menunjukkan, kepatuhan ibu hamil dalam mengonsumsi Tablet Tambah Darah (TTD) di Desa Siborong-borong 1 masih tergolong rendah, yaitu hanya 53,4 persen. Beberapa alasan yang diungkapkan antara lain lupa (36,9 persen), mual muntah (17,8 persen), tidak suka rasa (12,5 persen), tidak tahu manfaatnya (16,2 persen), hingga adanya anggapan keliru bahwa TTD menyebabkan tekanan darah tinggi.

Padahal, anemia dan KEK berisiko menyebabkan komplikasi seperti persalinan sesar, perdarahan pasca persalinan, berat badan lahir rendah, prematur, bahkan stunting pada anak akibat kekurangan gizi pada 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).


Program SAVED dilaksanakan dalam dua tahap, dengan fokus pada edukasi dan pemberdayaan masyarakat:

Tahap I: Kamis, 17 Juli 2025 di Puskesmas Pembantu (Pustu) Siborong-borong 1, dilakukan pembentukan kader pendamping yang bertugas memantau konsumsi TTD dan kenaikan berat badan ibu hamil.

Tahap II: Jumat, 15 Agustus 2025 di lokasi yang sama, dilaksanakan kegiatan skrining, penyuluhan, dan pelatihan pemanfaatan pangan lokal dalam pencegahan anemia dan KEK. Acara ini dihadiri 30 peserta, terdiri dari ibu hamil, kader, Kepala Desa, Bidan Desa, dosen, dan mahasiswa.

Ketua tim kegiatan, Sulastry Pakpahan, SST., M.Keb, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan wujud pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam peningkatan kesehatan ibu hamil melalui edukasi dan praktik pemanfaatan sumber daya lokal.

“Melalui program ini, kami berharap ibu hamil memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam mencegah anemia dan KEK, serta mampu memanfaatkan pangan lokal yang tersedia di sekitarnya,” ujar Sulastry.

Salah satu bagian menarik dari program ini adalah demo pengolahan pangan lokal berbasis protein dan zat besi, yang bertujuan memperbaiki gizi ibu hamil tanpa harus bergantung pada bahan makanan impor atau mahal.

Beberapa menu yang diperkenalkan antara lain:

-Nugget ikan mujair

-Perkedel tahu tempe

-Rolade telur daun ubi jalar

-Bolu wortel

-Agar-agar labu kuning

Edukasi juga diberikan dalam bentuk booklet informatif berisi materi visual tentang anemia dan KEK yang mudah dipahami oleh ibu hamil dan keluarga.

Kepala Desa Siborong-borong 1, Donni Osbon Nababan, menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan ini. Menurutnya, program SAVED membawa dampak positif yang nyata bagi masyarakat desa, khususnya dalam meningkatkan kesadaran dan kemandirian ibu hamil dalam menjaga kesehatannya.

“Program ini sangat bermanfaat sebagai langkah nyata meningkatkan kesehatan dan kemandirian ibu hamil dalam pengolahan pangan lokal. Kami berharap kegiatan ini dapat berlanjut dan diperluas cakupannya,” ungkap Donni.

Melalui pendekatan langsung, edukatif, dan berbasis potensi lokal, program SAVED diharapkan menjadi model intervensi yang dapat diterapkan di berbagai wilayah lain untuk menurunkan angka anemia, KEK, dan stunting di Indonesia secara berkelanjutan.(rel/han)

Editor : Johan Panjaitan
#kesehatan ibu hamil #tapanuli utara #kemenkes #POLTEKKES #bayi