MEDAN, Sumutpos.jawapos.com-Sekolah Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Medan menjadi saksi kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan oleh Vidya Fathimah, dosen dari Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen Sukma.
Kegiatan ini bertujuan untuk mengenalkan murid-murid MAN 3 terhadap dunia kerja, khususnya dalam hal perhitungan persediaan barang dagang yang ada di gudang perusahaan.
Kegiatan ini memberikan manfaat langsung bagi siswa, di antaranya:
1. Menjadi Bekal Kuliah dan Karier
Materi ini merupakan fondasi penting dalam jurusan Akuntansi dan Manajemen di perguruan tinggi. Dengan memahami konsep dasar persediaan sejak di tingkat Aliyah, siswa lebih siap menghadapi mata kuliah akuntansi dan manajemen, serta dapat langsung menerapkannya ketika bekerja.
2. Memahami Strategi Bisnis dalam Mencari Keuntungan
Siswa diajarkan cara menentukan Harga Pokok Penjualan (HPP) dan laba kotor melalui berbagai metode penilaian persediaan, antara lain:
FIFO (First In, First Out): Barang yang masuk lebih dahulu dijual lebih dahulu. Cocok untuk produk dengan masa kadaluarsa, seperti makanan dan obat-obatan.
LIFO (Last In, First Out): Barang terbaru dijual terlebih dahulu, biasanya diterapkan pada produk fashion atau pakaian agar model terbaru selalu tersedia.
Average (Rata-Rata): Menghitung harga modal persediaan secara rata-rata, misalnya pada bisnis bensin, agar perusahaan dapat menentukan harga jual di atas biaya rata-rata modal.
3. Melatih Logika dan Ketelitian
Melalui perhitungan mutasi barang menggunakan kartu persediaan, siswa dilatih untuk berpikir sistematis, teliti dalam mencatat setiap perubahan, dan disiplin dalam mengelola data.
Pada tahap awal, Vidya menjelaskan pengertian persediaan barang dagang, yang berhasil dipahami dengan baik oleh seluruh siswa. Selanjutnya, praktik langsung menggunakan kartu stok membuat konsep FIFO, LIFO, dan Average lebih mudah dimengerti.
Setelah praktik kartu stok, siswa langsung diajarkan cara menghitung HPP dan laba kotor. Dari 13 siswa yang mengikuti pelatihan, 85 persen berhasil memahami materi dan menyelesaikan soal dengan baik, sementara 15 persen memerlukan bimbingan tambahan untuk menguasai konsep perhitungan persediaan.
Kegiatan pengabdian ini membuktikan bahwa pendekatan praktis dan interaktif mampu meningkatkan pemahaman siswa tentang akuntansi persediaan, sekaligus menyiapkan mereka untuk tantangan akademik dan dunia kerja di masa depan.(rel/han)
Editor : Johan Panjaitan