MEDAN, SUMUT POS- Menjelang pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar Sumatera Utara, dinamika internal partai mulai mengerucut pada sejumlah nama yang digadang-gadang bakal maju sebagai Ketua DPD Partai Golkar Sumut.
Ketua Steering Committee (SC) Musda Golkar Sumut, Syamsul Qamar, mengungkapkan bahwa hingga saat ini telah muncul dua nama kuat yang mendapat dukungan signifikan dari DPD Golkar kabupaten dan kota.
Kedua nama tersebut adalah Hendriyanto Sitorus dan Andar Amin Harahap. Menurut Syamsul, keduanya telah memperoleh dukungan dari sebagian besar pengurus DPD Golkar di tingkat kabupaten/kota di Sumatera Utara, maupun organisasi sayap partai golkar.
“Sudah ada beberapa nama yang muncul dan mengemuka untuk maju sebagai calon Ketua DPD Golkar Sumut. Di antaranya Hendriyanto Sitorus yang telah didukung MKGR dan Andar Amin Harahap, yang sejauh ini telah mendapatkan dukungan dari mayoritas DPD kabupaten dan kota,” ujar Syamsul Qamar saat memberikan keterangannya di kantor DPD Golkar Sumut, Jalan Wahid Hasyim, Medan, Rabu (28/1/2026).
Syamsul menegaskan bahwa Musda Golkar Sumut akan berjalan sesuai dengan mekanisme organisasi dan prinsip kedaulatan partai. Ia menyebutkan bahwa Golkar merupakan organisasi yang mandiri dan berdaulat dalam menentukan arah kepemimpinan, tanpa tekanan atau intervensi dari pihak mana pun.
“Golkar adalah organisasi yang berdaulat. Semua keputusan akan ditentukan melalui mekanisme musyawarah oleh para pemilik suara,” tegasnya.
Dalam Musda nanti, kata Syamsul, terdapat 39 pemilik suara yang memiliki hak penuh untuk menentukan pilihan mereka. Para pemilik suara tersebut terdiri dari unsur DPD kabupaten/kota, organisasi sayap, serta unsur struktural partai lainnya.
“Keputusan ada di tangan 39 pemilik suara. Mereka bebas menentukan sikap dalam musyawarah ataupun konsultasi. Tidak ada paksaan, tidak ada arahan dari luar,” katanya.
Terkait isu adanya intervensi dari pihak eksternal, baik dari kekuatan politik tertentu maupun struktur di luar Sumatera Utara, Syamsul secara tegas membantah hal tersebut. Ia bahkan menantang pihak-pihak yang menyebarkan isu tersebut untuk membuktikannya secara terbuka.
“Kalau ada yang mengatakan ada intervensi dari pihak luar, silakan dibuktikan. Jangan hanya membangun opini. Golkar Sumut berdiri di atas aturan dan etika organisasi,” tegas Syamsul.
Ia juga menjelaskan bahwa koordinasi dengan unsur pusat partai merupakan hal yang wajar dan bersifat organisatoris, bukan bentuk intervensi terhadap kebebasan pemilik suara.
Dalam proses Musda, lanjut Syamsul, seluruh struktur Partai Golkar dilibatkan, mulai dari 33 DPD kabupaten/kota, hingga organisasi-organisasi yang berada di bawah naungan dan garis struktural Partai Golkar. Selain itu, komunikasi dengan Badan Pengurus Pusat (BPP) Golkar, baik yang berada di Sumatera maupun Jakarta, juga dilakukan dalam kerangka koordinasi dan konsolidasi organisasi.
“Semua berjalan sesuai aturan partai. Kita melibatkan seluruh unsur Golkar, baik daerah maupun pusat, namun keputusan tetap berada di tangan pemilik suara di Musda,” jelasnya.
Syamsul menegaskan posisinya sebagai bagian dari struktur Partai Golkar yang bertugas menjaga proses Musda agar berjalan demokratis, transparan, dan bermartabat.
“Saya berada di struktur Golkar, dan tugas kami di SC adalah memastikan Musda berjalan jujur, adil, dan sesuai aturan partai,” pungkasnya.
Dengan menguatnya dua nama kandidat dan penegasan sikap dari Steering Committee, Musda Golkar Sumut diperkirakan akan berlangsung dinamis dan menjadi momentum penting dalam menentukan arah kepemimpinan partai berlambang beringin tersebut di Sumatera Utara ke depan. (san/ram)
Editor : Juli Rambe