Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Ayo Move On! Ini Langkah Realistis Melupakan Mantan

Redaksi • Selasa, 9 Juni 2026 | 22:54 WIB
ilustrasi, putus cinta kadang membuat orang sulit move on atau lepas dari bayang sang mantan. (pexels.com)
ilustrasi, putus cinta kadang membuat orang sulit move on atau lepas dari bayang sang mantan. (pexels.com)

 

sumutpos.jawapos.com - Move on setelah putus cinta secara teori adalah gampang. Nyatanya, melupakan mantan tidak emudah membalikkan telapak tangan.

Bagi sebagian orang, move on dari mantan malah menjadi momok tersendiri, bahkan ada yang sampai stres.

Melansir Oprah Daily, Selasa (9/6/2026), kabar baiknya, sejatinya kesedihan tidak berlangsung selamanya. Artinya ada langkah agar cepat move on dari mantan.

Berikut tujuh langkah realistis untuk mulai melepaskan hubungan yang telah berakhir:

1. Jangan menetapkan batas waktu untuk move on
Banyak orang memaksa diri agar cepat pulih, misalnya dengan target membuka aplikasi kencan dalam hitungan minggu atau berhenti bersedih dalam satu bulan.

Baca Juga: Polda Sumut Perketat Pengawalan ASEAN U-19 2026 hingga Akhir Pertandingan

Sayangnya, tidak ada rumus pasti yang bisa menghitung berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk pulih dari patah hati.

2. Validasi perasaan, jangan menekan emosi
Banyak orang merasa bersalah karena belum merasa 'baik-baik saja' dalam waktu tertentu. 

Padahal, setiap orang berhak merasakan sedih, marah, kecewa, atau bingung.

Jadi, agar bisa melangkah maju, Anda harus memberi diri Anda izin untuk berduka.

Baca Juga: Bapenda Kota Medan Ajak Masyarakat Manfaatkan Pojok PBB di MPP Roadshow Medan Amplas

Berbagi cerita dengan orang terpercaya atau berkonsultasi dengan profesional dapat membantu mengurai emosi yang sulit dihadapi sendirian.

3. Hentikan meromantisasi hubungan masa lalu
Bagian tersulit dari putus cinta sering kali bukan kehilangan orangnya, tetapi kehilangan fantasi tentang masa depan yang Anda bayangkan.

Artinya, penting untuk melihat hubungan sebagaimana adanya, bukan versi ideal yang tersimpan dalam ingatan.

4. Batasi kontak, termasuk di media sosial
Pembatasan kontak sebagai aturan paling sederhana, namun paling sulit diterapkan.

Beristirahat dari media sosial dapat membantu, terutama jika melihat kehidupan mantan atau orang lain yang tampak 'lebih bahagia' justru memicu luka emosional.

Baca Juga: Anggota Satpol PP Dairi Diduga Coba Akhiri Hidup di Ladang, Kini Dirawat Intensif di Medan

Menghapus nomor mantan, jika memang tidak diperlukan juga dapat mengurangi dorongan untuk menghubungi saat emosi sedang rapuh.

5. Hindari terlalu cepat mencari pengganti
Masuk ke hubungan baru sering dianggap sebagai jalan pintas untuk mengusir sepi. Namun, adalah penting menikmati masa sendiri dulu.

Waktu ini bisa dimanfaatkan untuk kembali pada hobi yang sempat terabaikan, mencoba aktivitas baru, atau mempererat hubungan sosial dengan teman.

6. Sadari hidup bisa menjadi lebih baik
Saat luka perlahan mereda, gunakan momen ini untuk mengenal diri sendiri kembali.

Baca Juga: Sebaiknya Anda Tahu: Ini Lima Penyebab Bau Kaki selain Soal Sepatu dan Kebersihan

Putus cinta adalah kesempatan besar untuk menemukan diri. Fokuslah membangun hidup yang membuat Anda menjadi versi terbaik diri.

Mulai dari mencoba hobi baru, bepergian sendiri, mengikuti kelas, hingga menikmati kebebasan hidup tanpa batasan relasi yang sudah usai.

7. Hindari keputusan besar saat emosi masih labil
Banyak orang terdorong melakukan perubahan drastis setelah putus cinta, seperti potong rambut ekstrem, pindah kota, atau mengambil keputusan impulsif lainnya.

Saat emosi masih tidak stabil, sebaiknya tunda keputusan besar. Beri waktu bagi diri sendiri untuk lebih tenang sebelum membuat perubahan yang berdampak jangka panjang. (lin)

Editor : Redaksi
#Patah Hati #Move On #putus cinta #Kesehatan Mental #hubungan asmara