SUMUTPOS.CO - ISAK tangis Fati, balita berusia satu setengah tahun memecah keheningan ruangan IGD Rumah Sakit Daerah Kabupaten Deliserdang, Selasa (21/3) pagi.
Selang infus baru saja dipasang perawat di lengan kanan anak ketiga dari tiga bersaudara pasangan Suhadi dan Boinem itu. Kedatangan Fati bersama orang tuannya yang tinggal di Desa Paya Itik Kecamatan Galang itu, diantar Ketua DPRD Deliserdang, Ricky Prandana Nasution.
Menurut Ricky, dirinya dihubungi sekelompok relawanan yang peduli terhadap anak-anak bawah. Penelepon mengatakan ada anak yang diduga mengalami gizi buruk.
Berbekal informasi itu, Ricky mendatangi kediaman orang tua Fati di Dusun Tiga Desa Paya Itik Kecamatan Galang.
Dengan mengendarai kendaran pribadi, Ricky tiba di rumah yang terbuat dari papan dan berlantaikan semen itu. Disana, Ricky menyaksikan kondisi Fati dalam keadaan terlengtang tanpa mengenakan pakaian.
Kondisi Fati memprihatinkan. Karena balita laki-laki itu hanya bisa terbaring di atas kasur.
Sementara hampir seluruh kulit ditubuh balita laki-laki itu melepuh seperti kena bakar. Kondisi buruk kulit Fati sudah terjadi sejak November 2016 lalu.
Saat itu, Fati mengalami deman tinggi. Meski mengetahui anakanya mengalami sakit, Suhadi dan Boinem hanya memberikan perawatan seadanya.
Itu karena tidak ada biaya untuk berobat. Pasalnya, keluarga itu belum terdaftar sebagai peserta BPJS.
Bahkan, keluarga tersebut tak terdaftar sebagai peserta jaminan kesehatan daerah (Jamkesda) Kabupaten Deliserdang. Mengetahui hal itu, Ricky memberikan pertolongan dengan memboyong Fati ke RSUD Deliserdang. Disana, Fati dirawat sejumlah tenaga medis. Bahkan sejumlah dokter sepesialis anak langsung melakukan observasi terhadap Fati.
Beberapa upaya medis dilakukan. Bahkan, bagian kulit Fati yang kelihatan gosong dibersihkan.
Meski Fati menangis terisak-isak, para tenaga medis memberikan perawatan. Agar Fati tidak menangis terus-menerus, pemberian minuman melalui kompeng dilakukan.
Bahkan, Boinem diminta tidur di tempat tidur sembari merangkul Fati. Namun, tim medis tetap berkerja memberikan perawatan.
Termometer alat mengukur suhu tubuh dijepitkan ke ketiak sebelah kiri tangan balita malang itu. "Luka atau bagian kulitnya yang mengalami luka dibersihkan. Kita sudah menyiapkan dokter anak untuk menanganinya. Nanti pasien ditempatkan ke ruang anak," kata Sekretaris RSUD dr Erizal Kaban di IGD RSUD Deliserdang.
Ditambahkan dr Erizal, dirinya berharap kondisi Fati akan pulih apabila sudah ditangani dokter anak. "Nanti dokter yang menanganinya akan memantaunya dan tindakan apa yang segera dilakukan untuk tindak lanjut penanganan secara medis,"sebutnya.
Sementara, Ketua DPRD Deliserdang Ricky Prandana Nasution yang ketika ditemui, mengatakan kepedulian warga setempat serta perangkat desa dibutuhkan untuk memantau apakah masih ada balita yang kurang gizi.
"Informasi sekecil apapun sangat penting untuk menyelamatkan setiap balita atau anak di Deliserdang," terang Ricky.
Masih Ricky, dirinya sangat prihatin masih adanya anak atau balita ditemukan kurangan gizi. Padahal, menurutnya, bahwa pemerintah pusat dan bahkan pemerintah daerah telah mengelontorkan dana triliun rupiah untuk mencegah serta menuntaskan anak dari penderitaan gizi buruk.(btr/ala)
Editor : Admin-1 Sumut Pos