BINJAI, Sumutpos.jawapos.com- Penjabat Sekretaris Daerah Kota Binjai, Chairin Simanjuntak mengikuti rapat koordinasi pembangunan yang digelar Pemerintah Provinsi Sumatera Utara di Parapat pada Jum'at (7/11/2025) dan Sabtu (8/11/2025). Kehadiran perwakilan Pemerintah Kota Binjai merupakan bentuk terus menguatkan sinergi dengan Pemprov Sumut dalam upaya menyelaraskan program prioritas pembangunan daerah.
Rakoorbang ini juga menjadi ajang strategis dalam menyamakan langkah pembangunan antar wilayah di Sumut. Chairin juga turut dipercaya sebagai narasumber untuk memaparkan program unggulan Pemerintah Kota Binjai yang menjadi bagian dari strategi pembangunan daerah.
Salah satu program prioritas yang disampaikan adalah pengembangan transportasi massal berbasis antar kawasan, yakni Bus Rapid Transit (BRT) Listrik Medan–Binjai–Deli Serdang (Mebidang). Program ini merupakan bentuk kolaborasi antara Pemprov Sumut dan Pemko Binjai.
"Pemerintah provinsi berperan dalam perluasan lahan, sementara Pemerintah Kota Binjai fokus pada perbaikan infrastruktur di sekitar kawasan tersebut," jelas Chairin.
Ia menambahkan, Pemko Binjai telah melakukan berbagai upaya mendukung proyek strategis ini. Di antaranya, pembangunan jalan cor beton Jalan Makalona menuju lokasi BRT, median jalan, lampu penerangan jalan umum (LPJU), serta pos terpadu.
"Pemko Binjai sangat mendukung Program Strategis Daerah (PSD) ini sebagai bagian dari upaya memperkuat konektivitas dan pelayanan publik," ungkapnya.
Selain itu, Chairin juga menyoroti langkah Pemko Binjai dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Saat ini, pertumbuhan ekonomi Kota Binjai berada pada angka 5,2 persen, sementara target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) menargetkan capaian hingga 8 persen.
Untuk itu, Pemko Binjai tengah menyiapkan terobosan berupa optimalisasi lahan eks PTPN 2 (kini PTPN 1 Holding) seluas 132 hektare, yang berlokasi strategis di wilayah kota. "Luas wilayah Binjai yang hanya mencakup 5 kecamatan dan 37 kelurahan menjadi tantangan tersendiri. Karena itu, kami memohon dukungan Pemprov Sumut agar dapat mengeluarkan daftar nominatif lahan tersebut,” ujar Chairin.
Pemko Binjai berencana mengembangkan kawasan tersebut menjadi kawasan multifungsi yang meliputi cluster industri, perumahan, rumah sakit umum daerah, sarana olahraga, tempat pembuangan akhir modern, pemakaman terpadu lintas agama, bumi perkemahan pramuka, hingga ruang terbuka hijau berupa Botanical Garden. Seluruh rencana ini telah disesuaikan dengan Perda RTRW, RDTR, RPJMD, dan RPJP Kota Binjai.
Chairin berharap, Pemprovsu dapat terus memberikan dukungan terhadap pengembangan kawasan strategis tersebut. "Dengan dukungan penuh dari pemerintah provinsi, kawasan ini nantinya diharapkan dapat menjadi motor penggerak ekonomi baru, meningkatkan PAD dan retribusi daerah, serta mewujudkan visi Binjai Maju, Sejahtera, dan Berkelanjutan,” pungkasnya. (ted/han)
Editor : Johan Panjaitan