STABAT, Sumutpos.jawapos.com - Jalan Lintas Padangtualang-Batangserangan dari Tanjung Beringin terputus akibat musibah banjir. Jalan yang putus karena amblas itu menghambat aktivitas masyarakat di Langkat Hilir yang meliputi Padangtualang, Batangserangan dan Sawitseberang.
Itu merupakan akses utama masyarakat hilir mudik menuju Kecamatan Hinai, Wampu hingga Stabat dari Padangtualang. Amblasnya jalan tersebut juga sudah ditinjau Gubernur Sumut, Bobby Nasution beserta Bupati Langkat, Syah Afandin didampingi Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang, Khairul Azmi.
Masyarakat setempat melakukan perbaikan secara mandiri pada jalan yang amblas itu agar dapat dilalui kendaraan roda dua. Pascaditinjau, Dinas PUTR Langkat bersama masyarakat bahu-membahu memperbaikinya.
Kini, kendaraan roda empat sudah boleh melintas. Kata Kadis Azmi, ruas jalan yang amblas adalah aset Kabupaten Langkat.
"Itu jalan kabupaten, dan itu sudah bisa dilalui oleh kendaraan roda empat. Dalam waktu dekat akan dirampungkan," ungkap Azmi, Rabu (10/12/2025).
Sementara, musibah banjir yang melanda Kabupaten Langkat, mengakibatkan sejumlah fasilitas umum dan infrastruktur rusak. Bencana akhir tahun 2025 ini dilaporkan sebuah musibah yang cukup parah.
Separuh lebih daerah atau 16 kecamatan di Langkat, terdampak bencana alam tersebut. Tak ayal, jembatan, jalan hingga bendungan jebol karena debit air dengan keras menerjangnya.
Bahkan, ratusan ribu jiwa turut terdampak dalam musibah di Langkat. Azmi menjelaskan, pihaknya sudah mendata fasilitas umum yang terdampak bencana alam tersebut.
"Untuk perbaikan beberapa fasilitas umum akibat bencana alam banjir sudah kita anggarkan di R-APBD tahun 2026, seperti jembatan dan lainnya," katanya.
Terhadap benteng yang jebol, kata dia, merupakan tanggung jawab pejabat di Provinsi Sumatera Utara. "Kalau benteng yang jebol, itu wewenang provinsi," jelasnya.
"Dari mulai benteng yang berada di Kecamatan Wampu, Padangtualang, Tanjungpura, dan Sawitseberang. Tapi kita juga ikut membantu, semisal bantuan seperti pasir dan beberapa alat berat," sambungnya.
Namun begitu, pemerintah kabupaten tetap berkoordinasi dengan pemerintah provinsi dalam hal penanganan dan tindak lanjutnya. "Tetap kita koordinasi dengan provinsi, karena itu wewenang mereka," ujarnya.
Pun begitu, sejumlah tanggul yang jebol juga tercatat menjadi tanggung jawab Dinas PUTR Langkat. "Seperti di daerah Selipit, Desa Mangga, tanggulnya bocor dan itu sedang dikerjakan. Juga beberapa tanggul di Sei Lepan," pungkasnya.
Dalam laporan BPBD Langkat, tercatat 122.527 kepala keluarga terdampak banjir di 16 kecamatan dengan 11 orang dinyatakan meninggal dunia. Uraiannya, 5 orang di Kecamatan Babalan dan 6 orang di Besitang, yang dilaporkan tutup usia.
Kecamatan Tanjungpura dilaporkan menjadi daerah yang paling parah terdampak dengan jumlah 18.629 KK. Namun demikian, sejumlah kecamatan yang sebelumnya dilaporkan terdampak banjir, kini berangsur surut.(ted/han)
Editor : Johan Panjaitan