TEBINGTINGGI, Sumutpos.jawapos.com – Anggota DPR RI Musa Rajekshah menyampaikan duka cita mendalam atas kecelakaan maut di perlintasan kereta api Kota Tebing Tinggi, Sumatera Utara, yang menewaskan delapan orang dan menyebabkan satu korban kritis.
Kecelakaan terjadi akibat tabrakan antara Kereta Api Sribilah Utama dengan sebuah minibus di perlintasan sebidang tanpa palang pintu di kilometer 83+300, petak jalan Stasiun Laut Tador–Stasiun Tebing Tinggi, Rabu (21/1) sekitar pukul 18.24 WIB.
“Saya secara pribadi menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya atas musibah ini. Kehilangan banyak nyawa dalam satu kejadian adalah tragedi besar yang tidak boleh terulang,” ujar Musa Rajekshah, Kamis (22/1).
Baca Juga: Die Roten Susul Arsenal, Kane Akhiri Rekor Penalti Sempurna
Pria yang akrab disapa Ijeck itu mengaku prihatin karena kecelakaan diduga dipicu minimnya rambu peringatan di perlintasan kereta api tersebut. Menurutnya, absennya palang pintu dan tanda peringatan membuat jalur tersebut sangat rawan kecelakaan.
“Sangat disayangkan, perlintasan ini tidak dilengkapi plang atau rambu yang memadai. Padahal kereta melaju dengan kecepatan tinggi,” tegasnya.
Sebagai anggota Komisi V DPR RI yang membidangi perhubungan, Ijeck memastikan persoalan keselamatan perlintasan kereta api akan menjadi perhatian serius dalam rapat dengar pendapat dengan Kementerian Perhubungan.
“Masalah ini akan saya sampaikan secara langsung saat RDP. Keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas, terutama di titik-titik rawan seperti perlintasan sebidang,” katanya.
Kronologi Insiden
Plt Manager Humas KAI Divre I Sumatera Utara, Anwar Yuli Prastyo, menjelaskan bahwa KA Sribilah Utama relasi Rantau Prapat–Medan melintas sesuai jadwal. Masinis telah membunyikan suling lokomotif berulang kali sebagai peringatan.
“Namun minibus tiba-tiba melintas tanpa berhenti di perlintasan tanpa palang pintu. Diduga pengemudi tidak memastikan kondisi jalur aman, sehingga tabrakan tidak dapat dihindari,” ujar Anwar.
Akibat benturan keras, lokomotif KA Sribilah Utama mengalami kerusakan dan tidak dapat melanjutkan perjalanan. KAI kemudian mengerahkan lokomotif penolong dari Stasiun Tebing Tinggi. Seluruh kru dan penumpang kereta dilaporkan selamat tanpa luka.
Petugas KAI bersama kepolisian dan warga mengevakuasi minibus dari jalur rel, sementara delapan penumpang minibus yang meninggal dunia dievakuasi ke RS Bhayangkara Tebing Tinggi. Satu korban lainnya yang mengalami luka berat saat ini dirawat intensif di IGD rumah sakit yang sama.
KA Sribilah Utama kembali diberangkatkan menuju Medan pukul 19.56 WIB setelah lokomotif diperbaiki, dengan keterlambatan 84 menit.
“KAI Divre I Sumatera Utara menyampaikan permohonan maaf atas keterlambatan perjalanan dan mengimbau pengguna jalan untuk selalu memastikan perlintasan aman sebelum melintas,” kata Anwar.
Sementara itu, Kasat Lantas Polres Tebing Tinggi AKP Lidya membenarkan jumlah korban dalam insiden tersebut. “Delapan orang meninggal dunia dan satu korban luka berat. Seluruh korban telah dievakuasi ke RS Bhayangkara Kota Tebing Tinggi,” ujarnya.
Belakangan, korban kritis akhirnya meninggal dunia meski mendapat perawatan di rumah sakit. (rel/han)
Editor : Johan Panjaitan