Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Dua Hari Pencarian, Bocah Korban Hanyut di Sungai Lae Simbelin Ditemukan Meninggal

Johan Panjaitan • Rabu, 11 Maret 2026 | 10:26 WIB

Jasad Feri Immanuel Sinaga (12) korban hanyut di sungai Lae Simbelin di Desa Bakal Gajah, Kecamatan Silima Pungga-Pungga, ditemukan meninggal, Rabu (11/3/2026).(Camat Silima Pungga-Pungga/SUMUT POS)
Jasad Feri Immanuel Sinaga (12) korban hanyut di sungai Lae Simbelin di Desa Bakal Gajah, Kecamatan Silima Pungga-Pungga, ditemukan meninggal, Rabu (11/3/2026).(Camat Silima Pungga-Pungga/SUMUT POS)

DAIRI, Sumutpos.jawapos.com – Pencarian terhadap seorang anak sekolah dasar yang hanyut di Sungai Lae Simbelin akhirnya berakhir duka. Korban, Feri Immanuel Sinaga (12), ditemukan dalam kondisi meninggal dunia setelah dua hari pencarian oleh tim gabungan.

Bocah kelas VI SD asal Desa Bakal Gajah, Kecamatan Silima Pungga-Pungga, Kabupaten Dairi itu ditemukan mengapung di aliran Sungai Lae Simbelin, tepatnya di bawah Jembatan Sopo Butar, Desa Sopobutar, Kecamatan Siempat Nempu Hilir, Selasa malam (10/3/2026) sekitar pukul 22.50 WIB.

Korban diketahui merupakan anak pertama dari empat bersaudara, putra pasangan suami istri Swandi Sinaga dan Megawati Sitorus. Jasadnya ditemukan sekitar sembilan kilometer dari lokasi awal korban dilaporkan hanyut.

Camat Silima Pungga-Pungga Edwin Goncang Nababan menjelaskan, jasad korban pertama kali terlihat mengapung sebelum akhirnya tersangkut pada jaring yang sebelumnya dipasang oleh tim pencari di sepanjang aliran sungai.

“Begitu terlihat, tim yang sejak dua hari terakhir melakukan pencarian langsung mengevakuasi korban menggunakan kantong jenazah yang telah disiapkan,” ujarnya saat dikonfirmasi wartawan, Rabu (11/3/2026).

Jenazah kemudian dibawa ke rumah duka di Desa Bakal Gajah agar keluarga dapat memastikan identitas korban. Namun karena kondisi tubuh korban sudah membengkak dan mengeluarkan bau, jenazah tidak diturunkan dari mobil ambulans.

Pihak keluarga hanya diperlihatkan bagian wajah korban sebelum jenazah dimasukkan ke dalam peti.

Karena kondisi jenazah yang tidak memungkinkan untuk disemayamkan, keluarga akhirnya memutuskan agar korban dimakamkan pada malam itu juga.

“Atas nama pemerintah kecamatan, kami menyampaikan duka cita yang mendalam kepada keluarga korban,” kata Edwin.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam proses pencarian, mulai dari masyarakat setempat, perangkat desa, unsur Forkopimcam, tim BPBD Kabupaten Dairi, BASARNAS, hingga relawan yang bekerja tanpa lelah selama dua hari terakhir.

Sebelumnya, Feri dilaporkan hilang setelah hanyut saat berenang di Sungai Lae Simbelin di Desa Bakal Gajah pada Minggu (8/3/2026). Sejak saat itu, tim gabungan bersama warga melakukan pencarian intensif di sepanjang aliran sungai hingga akhirnya korban ditemukan pada Selasa malam. (rud/han)

Editor : Johan Panjaitan
#hanyut #sungai #Lae Simbelin Dairi