MEDAN, Sumutpos.jawapos.com – Gairah industri batu akik nasional kembali menyala. Sebanyak 400 peserta dari berbagai penjuru Indonesia ambil bagian dalam kontes batu akik tingkat nasional bertajuk Piala dr Thomas Darwin Sembiring ke-2 – The Rock Show ke-7, yang digelar di Palladium Mall, Jalan Kapten Maulana Lubis, Medan, Minggu (19/4/2026).
Ajang yang berlangsung selama tiga hari sejak Jumat (17/4) hingga Minggu (19/4) ini menjadi ruang pertemuan para penghobi, kolektor, hingga perajin batu akik dari Aceh hingga Nabire, Papua. Ketua panitia, Riski Kembar, menyebut kontes ini bukan sekadar kompetisi, tetapi juga wadah berbagi pengetahuan dan memperkuat jejaring komunitas batu akik nasional.
“Pesertanya datang dari hampir seluruh wilayah Indonesia. Ini menunjukkan bahwa batu akik masih memiliki daya tarik kuat, baik sebagai hobi maupun potensi ekonomi kreatif,” ujarnya.
Baca Juga: Dugaan Korupsi Retribusi Parkir Binjai, Periksa Bendahara Penerima Setoran
Dengan total hadiah mencapai Rp500 juta, kontes ini mempertandingkan 25 kelas, mulai dari Amethyst, Bacan, Kalimaya, hingga Garut Pancawarna dan Pirus. Ragam kelas tersebut mencerminkan kekayaan batu alam Nusantara yang selama ini menjadi identitas tersendiri di mata kolektor.
Penggagas kegiatan, dr Thomas Darwin Sembiring, menegaskan bahwa kontes ini dirancang sebagai agenda rutin berskala nasional yang melibatkan berbagai asosiasi, seperti The Rock Show, Kalimaya Indonesia, Forum Batu Indonesia, hingga Pirus Indonesia.
Menurutnya, potensi batu akik Indonesia belum sepenuhnya dimanfaatkan secara optimal, baik dari sisi edukasi maupun pengembangan industri. Ia mendorong pemerintah untuk melihat kegiatan semacam ini sebagai peluang strategis.
“Batu akik bukan sekadar hobi. Ini bagian dari industri kreatif yang bisa menggerakkan ekonomi. Jika dikelola serius, Indonesia bisa dikenal dunia sebagai pusat batu akik,” katanya.
Ia mencontohkan bagaimana citra batu giok yang lekat dengan Tiongkok. Hal serupa, menurutnya, bisa dibangun untuk batu akik Indonesia jika ada sinergi antara komunitas dan pemerintah.
Baca Juga: Kopi Bikin Awet Muda atau Cepat Tua? Fakta Mengejutkan Ini Bikin Kaget
Menariknya, seluruh hadiah dalam kontes ini ditanggung secara pribadi oleh dr Thomas Darwin Sembiring, yang juga dikenal sebagai kolektor dengan ratusan batu akik. Ia menyebut rangkaian kontes serupa akan digelar di beberapa kota lain sepanjang 2026, termasuk Lampung, Semarang, dan kota-kota besar lainnya.
Dari sisi peserta, antusiasme terlihat tinggi. Jerry Manalu, peserta asal Banten, mengaku membawa 50 koleksi batu akik untuk berlaga, khususnya di kelas Kalimaya.
“Kontes seperti ini jadi pemicu semangat. Selain adu kualitas, juga jadi ajang pembuktian bagi kolektor dan perajin,” ujarnya.
Senada, Presiden The Rock Show, Krimhot Manik alias Virgo, menekankan pentingnya peran pemerintah dalam mendukung keberlanjutan industri batu akik, terutama bagi para perajin di daerah.
“Dengan hadiah besar dan peserta dari seluruh Indonesia, ini bukti bahwa ekosistemnya ada. Tinggal bagaimana pemerintah hadir untuk memperkuat kualitas dan daya saing,” katanya.(btr/han)
Editor : Johan Panjaitan