Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

224 Jemaah Labuhanbatu Menuju Baitullah, Antara Ikhtiar, Usia, dan Cinta yang Menunda Langkah

Johan Panjaitan • Minggu, 26 April 2026 | 11:00 WIB
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Labuhanbatu, Mahdan Munthe (Fajar/Sumut Pos)
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Labuhanbatu, Mahdan Munthe (Fajar/Sumut Pos)

 

LABUHANBATU, Sumutpos.jawapos.com-Langkah menuju Tanah Suci tak pernah sekadar perjalanan fisik. Bagi 224 calon jemaah haji (CJH) asal Labuhanbatu, musim haji 2026 menjadi momentum spiritual yang sarat makna—tentang kesiapan, keteguhan, hingga kisah-kisah sunyi di balik angka keberangkatan.

Di bawah koordinasi Kementerian Haji dan Umrah tingkat daerah, para jemaah dijadwalkan dilepas pada Selasa, 5 Mei 2026 menuju Asrama Haji Medan, sebelum bertolak ke Tanah Suci sehari berselang melalui Bandara Internasional Kualanamu, Deli Serdang.

Namun dari total awal 225 jemaah, satu nama harus tertunda: Abdul Munir. Keputusan itu bukan semata karena kondisi kesehatan yang belum memungkinkan, tetapi juga menyiratkan dimensi lain dari ibadah haji—bahwa perjalanan ini tak hanya vertikal kepada Tuhan, tetapi juga horizontal bersama pasangan hidup. Ia memilih menunggu, agar kelak bisa berangkat beriringan.

Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Labuhanbatu, Mahdan Munthe, mengonfirmasi jumlah akhir jemaah yang berangkat sebanyak 224 orang, terdiri dari 95 laki-laki dan 129 perempuan.

Baca Juga: Oman Resmi Tantang Timnas Indonesia, Ujian Krusial Skuad Garuda di FIFA Matchday Juni 2026

Di antara mereka, tergambar spektrum usia yang mencolok. Dari yang paling muda hingga yang renta, semua dipertemukan dalam satu tujuan yang sama. Nama Kasmiran (84 tahun) dan Nurhamni Dalimunthe (80 tahun) menjadi simbol bahwa panggilan spiritual tak mengenal batas usia. Sementara di sisi lain, semangat muda hadir melalui Muhammad Fauzi dan Ahmad Nasrullah Tsani (keduanya 18 tahun), serta Fitri Anisah Nasution (29 tahun).

Rombongan ini tak berjalan sendiri. Sebanyak enam petugas turut mendampingi, terdiri dari Tim Pemandu Haji Indonesia (TPIH), Tim Pembimbing Ibadah Haji Indonesia (TPIHI), serta Tenaga Kesehatan Indonesia (TKI), memastikan setiap tahapan ibadah berjalan aman dan tertib.

Tergabung dalam Kloter 13, jemaah Labuhanbatu akan bersatu dengan 115 jemaah dari Labuhanbatu Utara dan 20 jemaah dari Kota Medan. Sebuah pertemuan lintas daerah yang dipersatukan oleh satu niat: menunaikan rukun Islam kelima.(fdh/han)

Editor : Johan Panjaitan
#asrama haji #haji #tanah suci #cjh