LUBUK PAKAM, Sumutpos.jawapos.com-Duka menyelimuti kepergian Praka Rico Pramudia, prajurit TNI AD yang gugur dalam tugas misi perdamaian di Lebanon. Jenazah almarhum dimakamkan secara militer di Taman Makam Pahlawan (TMP) Lubuk Pakam, Jalan Imam Bonjol, Kabupaten Deli Serdang, Rabu (29/4/2026) pagi.
Prosesi pemakaman berlangsung khidmat dengan pengamanan ketat dari personel TNI. Upacara militer digelar sebagai bentuk penghormatan terakhir atas pengabdian almarhum kepada negara. Namun, pelaksanaan prosesi terkesan tertutup dari akses media.
Sejumlah personel TNI yang berada di lokasi menyatakan pembatasan tersebut merupakan instruksi pimpinan. “Mohon maaf, kami hanya menjalankan perintah,” ujar salah satu personel di lokasi.
Meski akses terbatas, sejumlah tamu penting terlihat hadir, di antaranya Bupati Serdang Bedagai Darma Wijaya serta anggota DPRD Deli Serdang Indra Silaban. Hadir pula sejumlah personel pasukan perdamaian PBB (UNIFIL) dan undangan lainnya.
Baca Juga: Damkar Malfungsi, Tujuh Rumah Hangus di Rantauprapat: Alarm Keras untuk Layanan Publik
Sebagai bentuk penghargaan atas jasa dan pengorbanannya, almarhum dianugerahi kenaikan pangkat anumerta menjadi Kopral Dua (Kopda). Praka Rico diketahui merupakan putra daerah asal Desa Dolok Manampang, Kecamatan Dolok Masihul, Kabupaten Serdang Bedagai—kampung yang sama dengan Bupati Darma Wijaya.
Upacara pemakaman berlangsung sekitar satu jam dan dihadiri puluhan anggota keluarga yang tampak larut dalam suasana duka. Kehilangan ini menjadi pukulan berat, tak hanya bagi keluarga, tetapi juga bagi daerah asalnya.
Sebelumnya, jenazah almarhum tiba di rumah duka pada Selasa (28/4/2026) malam sekitar pukul 23.45 WIB. Pihak keluarga memilih untuk tidak memberikan keterangan kepada media, menjaga suasana duka tetap dalam lingkup pribadi.
Kepergian Praka Rico Pramudia menjadi pengingat akan risiko besar yang dihadapi prajurit dalam menjalankan tugas negara, bahkan jauh dari tanah air.(btr/han)
Editor : Johan Panjaitan