Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Jelang Idul Adha, 2.500 Hewan Kurban di Sumut Dipantau Ketat

Juli Rambe • Selasa, 19 Mei 2026 | 14:51 WIB
JAGA: Dinas Ketapang memperkuat pengawasan terkait hewan kurban jelang Iduladha. (Dok: Dinas Ketapang)
JAGA: Dinas Ketapang memperkuat pengawasan terkait hewan kurban jelang Iduladha. (Dok: Dinas Ketapang)

 

MEDAN, SUMUT POS- Menjelang Hari Raya Iduladha, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Ketapang) Sumatera Utara terus memperkuat pengawasan terhadap seluruh hewan kurban guna memastikan kesehatan, kelayakan, dan keamanan bagi masyarakat.

Sekretaris Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Sumut, Yusfahri Perangin-Angin, menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan berbagai langkah strategis, mulai dari sosialisasi hingga peningkatan kapasitas petugas di lapangan.

“Kami sudah melakukan sosialisasi sekaligus peningkatan kapasitas seluruh penyuluh di tingkat kabupaten dan kota agar siap menghadapi pelaksanaan kurban tahun ini,” ujar Yusfahri saat memberikan keterangannya kepada Sumut Pos, Selasa (19/5/2026).

Baca Juga: Stok dan Distribusi Minyakita Aman, Harga Mulai Stabil

Ia menjelaskan, pengawasan dilakukan secara menyeluruh dengan melibatkan petugas di seluruh daerah. Sekitar 2.500 hewan kurban menjadi fokus pemantauan yang dilakukan secara intensif.

“Petugas kami sudah dikerahkan di seluruh kabupaten dan kota untuk melakukan monitoring. Kami juga memastikan setiap hewan kurban memiliki sertifikat kesehatan dan memenuhi kriteria fisik yang layak,” jelasnya.

Menurut Yusfahri, pemeriksaan tidak hanya dilakukan secara kasat mata, tetapi juga mencakup deteksi kondisi kesehatan internal hewan. Hal ini penting untuk memastikan bahwa hewan benar-benar sehat dan aman untuk dikurbankan.

Selain itu, koordinasi lintas wilayah terus diperkuat melalui rapat-rapat konsolidasi, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota. Upaya ini dilakukan untuk menyamakan standar pengawasan serta mempercepat penanganan jika ditemukan kasus penyakit.

Terkait potensi penyakit, Yusfahri mengungkapkan bahwa hingga saat ini belum ditemukan kasus signifikan yang mengkhawatirkan. Meski demikian, pihaknya tetap waspada terhadap penyakit mulut dan kuku (PMK).

“Kalau ada temuan seperti PMK, langsung kami isolasi, diberikan antivirus dan obat. Hewan yang tidak sehat tentu tidak diperbolehkan untuk diperjualbelikan sebagai hewan kurban,” tegasnya.

Ia juga menambahkan bahwa hewan yang kurang sehat umumnya dapat dikenali dari kondisi fisiknya, seperti tidak bugar, tampak layu, atau mengalami penyusutan berat badan.

Lebih lanjut, Yusfahri mengapresiasi meningkatnya kesadaran masyarakat dalam memilih hewan kurban. Menurutnya, pembeli kini semakin selektif sehingga turut membantu menjaga kualitas hewan yang beredar di pasaran.

“Kami melihat masyarakat sekarang sudah lebih cermat. Ini sangat membantu kami dalam memastikan hanya hewan yang sehat dan layak yang dikurbankan,” katanya.

Pemprov Sumut menegaskan bahwa pengawasan akan terus dilakukan secara berkelanjutan hingga pelaksanaan Idul Adha berlangsung. Komitmen ini bertujuan untuk menutup celah masuknya hewan tidak sehat ke pasar serta memberikan rasa aman bagi masyarakat.

“Kami akan terus melakukan monitoring secara berkesinambungan agar tidak ada hewan yang tidak memenuhi syarat lolos ke masyarakat,” pungkas Yusfahri. (san/ram)

 

Editor : Juli Rambe
#dinas ketapang sumut #jelang iduladha #hewan kurban