MEDAN, SUMUT POS- Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah wilayah Sumatera Utara (Sumut) hingga kini belum juga teratasi.
Meski informasi yang beredar menyebutkan, bahwa pasokan BBM telah didistribusikan ke berbagai Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), namun antrean panjang kendaraan masih terjadi di sejumlah titik di Kota Medan dan di Gebang, Langkat.
Dari amatan, puluhan sepeda motor mengantre hingga ke bahu jalan raya untuk mengisi BBM di SPBU AR Hakim Medan, Jumat (17/7), sekira Pukul 13.40 WIB, pasca mengalami kekosongan semua jenis BBM serta dipasang plang bertuliskan 'BBM Dalam Pengiriman. Mohon Maaf Atas Ketidaknyamanannya', pada Rabu (15/7) kemarin.
Baca Juga: Bengkel Sepeda Motor Hangus Terbakar di Tigalingga Dairi
Terlihat para pengendara mulai kesal, karena harus menghabiskan waktu yang cukup lama untuk mengisi BBM sepeda motornya. Bahkan sejumlah sepeda motor ada yang pergi meninggalkan SPBU karena melihat antrean panjang tersebut.
"Udah setengah jam saya antre. Katanya udah normal, nggak taunya masih begini (antre). Tapi mau bagaimana lagi, terpaksalah, di mana mana juga sama. Di Jalan HM Joni juga mengantre seperti ini," kata Warga yang tinggal di Jalan Bromo Medan, Arif (28).
Ia berharap, agar masalah kelangkaan BBM dapat segera teratasi, agar masyarakat tenang dalam mencari nafkah dan beraktivitas sehari hari. "Semoga kelangkaan BBM dapat segera teratasi, karena penduduk Medan inikan notabene pakai kendaraan beraktivitasnya," tandasnya.
Terpisah, saat dikonfirmasi Sumut Pos, Sabtu (18/7), Kepala Ombudsman Republik Indonesia (RI) Perwakilan Provinsi Sumatera Utara (Sumut), Herdensi Adnin menegaskan, pihaknya akan meminta penjelasan kepada PT Pertamina Patra Niaga, pada Selasa (22/7) mendatang, terkait faktor penyebab dan strategi penyelesaian.
"Apa yang diungkap dan dijanjikan pihak PT Pertamina Patra Niaga ternyata tidak sesuai dengan realitas yang ada, dan berpotensi merugikan publik," tegasnya. (dwi/ram)
Editor : Juli Rambe