Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Presiden Prabowo Dorong Percepatan Pemenuhan Dokter Nasional

Johan Panjaitan • Jumat, 16 Januari 2026 | 07:00 WIB
Presiden RI, Prabowo Subianto dan Wapres RI saat pidato kenegaraan. (SALMAN TOYIB/JAWA POS)
Presiden RI, Prabowo Subianto dan Wapres RI saat pidato kenegaraan. (SALMAN TOYIB/JAWA POS)

JAKARTA, Sumutpos.jawapos.com-Presiden Prabowo Subianto menegaskan pentingnya percepatan pemenuhan kebutuhan tenaga medis, khususnya dokter, saat memberikan pengarahan kepada para pemimpin perguruan tinggi negeri dan swasta dalam Taklimat Presiden Republik Indonesia Tahun 2026. Kegiatan tersebut digelar di halaman tengah Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (15/1).

Forum ini menjadi ruang strategis bagi Presiden untuk menyampaikan arah kebijakan nasional sekaligus memperkuat komunikasi pemerintah dengan kalangan akademisi sebagai mitra utama pembangunan sumber daya manusia.

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menjelaskan, pertemuan tersebut dirancang sebagai dialog langsung antara Presiden dan para pemangku kepentingan pendidikan tinggi. Dalam kesempatan itu, Presiden memaparkan kondisi nasional terkini, dinamika geopolitik global, serta agenda besar pembangunan yang akan dijalankan pemerintah ke depan.

“Ini bagian dari agenda Bapak Presiden sebagai Kepala Negara dan Kepala Pemerintahan untuk berdiskusi langsung, menyampaikan pandangan strategis, serta memperbarui informasi mengenai kondisi negara dan rencana besar yang harus kita kerjakan bersama,” ujar Prasetyo.

Sekitar 1.200 peserta hadir dalam kegiatan tersebut, terdiri atas rektor, pimpinan perguruan tinggi, serta guru besar dari kampus negeri dan swasta di seluruh Indonesia. Menurut Prasetyo, forum ini merupakan bagian dari rangkaian komunikasi intensif Presiden dengan berbagai elemen bangsa, khususnya komunitas akademik.

Salah satu isu krusial yang menjadi sorotan Presiden adalah masih minimnya jumlah dokter di Indonesia. Prasetyo menyebut, berdasarkan data pemerintah, Indonesia masih kekurangan lebih dari 100 ribu dokter, sehingga dibutuhkan langkah cepat dan terukur melalui kebijakan pendidikan tinggi.

“Diskusi ini juga menyinggung bagaimana kita mempercepat pemenuhan kebutuhan dokter nasional. Data menunjukkan kekurangan tenaga medis kita masih sangat besar,” ungkapnya.

Selain isu tenaga kesehatan, Presiden Prabowo juga menekankan pentingnya peningkatan kualitas perguruan tinggi secara menyeluruh. Mulai dari penguatan kapasitas dosen, penyediaan sarana dan prasarana yang memadai, hingga keberlanjutan pembiayaan operasional kampus.

Pemerintah, kata Prasetyo, berkomitmen mendorong kemajuan pendidikan tinggi tanpa membebani masyarakat dan mahasiswa, sekaligus memastikan perguruan tinggi mampu berkontribusi nyata dalam menjawab tantangan pembangunan nasional.

Taklimat Presiden ini diharapkan menjadi momentum penguatan sinergi antara pemerintah dan dunia akademik dalam mencetak sumber daya manusia unggul serta mempercepat pemenuhan kebutuhan strategis bangsa, termasuk di sektor kesehatan.(jpg/han)

Editor : Johan Panjaitan
#dokter #istana negara #perguruan tinggi negeri #presiden prabowo subianto #swasta