Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

SPBU Datuk Lima Puluh Batubara Diserbu Warga, Antrean Ratusan Meter Imbas Banjir dan Stok BBM Terbatas

Johan Panjaitan • Selasa, 2 Desember 2025 | 18:15 WIB
Pengendara sepeda motor dan roda empat antrean panjang untuk mengisi BBM pertalite di SPBU 14212296, Jalan Datuk Lima Puluh, Desa Pulau Sejuk, Kecamatan Datuk Lima Puluh, Selasa (2/12)
Pengendara sepeda motor dan roda empat antrean panjang untuk mengisi BBM pertalite di SPBU 14212296, Jalan Datuk Lima Puluh, Desa Pulau Sejuk, Kecamatan Datuk Lima Puluh, Selasa (2/12)

BATUBARA, Sumutpos.jawapos.com-Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Jalan Datuk Lima Puluh, Desa Pulau Sejuk, Kecamatan Datuk Lima Puluh, diserbu pengguna sepeda motor hingga kendaraan roda empat, Selasa (02/01/2026). Sejak pukul 07.00 WIB hingga sore hari, antrean panjang tak kunjung surut, jauh berbeda dari kondisi harian biasanya.

Pantauan di lapangan menunjukkan antrean mengular hingga ratusan meter, bahkan meluber ke badan jalan. Warga mengaku tidak memiliki pilihan selain mengantre karena stok BBM eceran di sekitar wilayah tersebut kosong total.

“Sejak subuh sampai siang ini tetap antre. Kalau nggak sabar menunggu, ya nggak bisa jalan sepeda motor kami. Biasanya beli minyak eceran, tapi sekarang semua kosong,” ujar Marliana, warga setempat, di tengah antrean.

Mas Dwi, warga Lima Puluh Kota, mengatakan kondisi ini memaksa masyarakat bergerak cepat. “Siapa cepat, dia dapat. Makanya kita berusaha secepat mungkin isi BBM,” ujarnya.

Menurut Dwi, antrean panjang ini berkaitan langsung dengan bencana banjir yang melanda sejumlah daerah di Sumatera Utara, termasuk Kabupaten Batubara, dalam tiga hari terakhir. Curah hujan ekstrem pada 27, 29, dan 30 Desember 2025 menyebabkan ratusan rumah terendam, lahan pertanian rusak, akses jalan putus, hingga gedung sekolah terkena banjir rob.

Kondisi Stok BBM Terganggu Cuaca Buruk

Pengawas SPBU 14212296, TuMel, menjelaskan bahwa antrean panjang ini terjadi akibat hambatan distribusi BBM. Kapal pengangkut Pertamina tidak dapat bersandar di Pelabuhan Belawan karena cuaca buruk, sehingga pengiriman BBM terganggu.

“Sejak curah hujan tinggi pada 27–29 Desember, stok BBM tak bisa banyak. Kalau sebelumnya dari Dumai kita masih dapat 8 KL pertalite, itu masih bisa memenuhi kebutuhan warga. Sekarang pertamax sudah kosong sejak beberapa hari lalu,” jelasnya.

Menurutnya, antrean semakin panjang karena warga dari berbagai kecamatan turut datang ke SPBU tersebut. “Bukan hanya warga sekitar. Banyak juga dari kecamatan lain. Jadi memang serbuan massal,” tambahnya.

Meski begitu, TuMel menegaskan pelayanan tetap berjalan tertib dan aman. “Semua warga tetap dilayani. Tidak ada keributan, semua tetap sabar menunggu meski antreannya panjang.”

Antrean Terjadi di Banyak Titik di Batubara

Dalam dua hari terakhir, antrean serupa juga dilaporkan terjadi di SPBU lain di Kabupaten Batubara, termasuk di Kecamatan Air Putih, Tanjung Tiram, Medang Deras, Sei Suka, Laut Tador, hingga Lima Puluh Kota.

Kondisi ini diperkirakan akan terus berlangsung sampai distribusi BBM kembali normal setelah cuaca membaik.

Editor : Johan Panjaitan
#spbu #Lima Puluh #distribusi #bbm #antrean