BINJAI, Sumutpos.jawapos.com-Menjelang bulan suci Ramadan, harga sejumlah bahan pokok di Kota Binjai mulai menunjukkan kenaikan. Pemerintah Kota Binjai pun bergerak cepat dengan melakukan pengawasan intensif terhadap ketersediaan pasokan dan kestabilan harga pangan di pasar tradisional maupun modern.
Kegiatan pemantauan yang dipusatkan di Gedung Baru Pasar Tavip pada Selasa (10/2/2026) ini bertujuan memastikan masyarakat tetap bisa memenuhi kebutuhan pokok dengan harga yang wajar. Dari hasil pengawasan, ditemukan adanya kenaikan pada beberapa komoditas utama, terutama cabai merah dan minyak goreng.
Kenaikan paling mencolok terjadi pada cabai merah keriting yang melonjak sekitar 7,2 persen menjadi rata-rata Rp34.667 per kilogram. Bahkan di Pasar Brahrang, harga cabai merah sempat menyentuh Rp40.000 per kilogram.
Selain cabai, harga tomat juga mengalami kenaikan sebesar 5,9 persen menjadi Rp12.000 per kilogram. Bawang merah lokal turut naik 3,2 persen dengan harga rata-rata Rp32.333 per kilogram.
Sementara itu, minyak goreng premium tercatat mengalami kenaikan sekitar 4,8 persen menjadi Rp22.000 per liter, dengan harga tertinggi mencapai Rp23.000 per liter di Pasar Kebun Lada. Minyak goreng curah kuning juga ikut merangkak naik sekitar 2,7 persen menjadi Rp19.000 per liter.
Di tengah kenaikan tersebut, sejumlah kebutuhan pokok lainnya masih terpantau relatif stabil. Beras premium dijual rata-rata Rp15.667 per kilogram, beras medium Rp13.833 per kilogram, serta gula pasir sekitar Rp17.667 per kilogram.
Untuk komoditas protein hewani, harga daging sapi murni berada di kisaran Rp132.500 per kilogram, daging ayam broiler Rp41.000 per kilogram, dan telur ayam broiler Rp27.500 per kilogram.
Sementara itu, bahan pangan lainnya seperti ikan asin teri dijual sekitar Rp100.000 per kilogram, ikan dencis Rp33.333 per kilogram, serta tempe dan tahu mentah berada di kisaran Rp15.000 hingga Rp17.333.
Kepala Dinas Pertanian Kota Binjai, Gelora Jaya Ananda, mengatakan pengawasan ini merupakan langkah preventif untuk memastikan distribusi pangan berjalan lancar serta mencegah spekulasi harga di tingkat pedagang maupun distributor.
“Pengawasan ini dilakukan sebagai bentuk tanggung jawab pemerintah dalam mengawal distribusi pangan serta mencegah spekulasi harga, sehingga masyarakat tetap bisa memenuhi kebutuhan pokok dengan aman dan nyaman menjelang Ramadan,” ujarnya.
Pemantauan ini diharapkan mampu menjaga stabilitas harga dan memastikan pasokan bahan pokok tetap tersedia, sehingga lonjakan harga tidak semakin membebani masyarakat menjelang bulan suci.(ted/han)
Editor : Johan Panjaitan