MEDAN, SUMUT POS- Kabid Humas Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Sumut), Kombes Pol Ferry Walintukan mengungkapkan, bahwa kasus ricuh yang terjadi di luar gedung Hotel JW Marriot Medan itu ditangani oleh Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes Medan).
"Saya akan tanya anggota Kepolisian dulu sudah sampai dimana kasus itu, apakah sudah masuk ke dalam penyelidikan. Nanti akan saya infokan untuk dipublish," ujarnya, Selasa (3/2) sore.
Di pemberitaan sebelumnya, Acara Musyawarah Daerah (Musda) XI Partai Golongan Karya (Golkar) Sumatera Utara (Sumut) disambut bentrok yang diduga berasal dari Organisasi Masyarakat (Ormas) antara Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI) dan Pemuda Pancasila (PP), di Hotel JW Marriot Medan, Minggu (1/2) sore.
Dari amatan, puluhan massa saling kejar kejaran dan saling pukul di antara kedua belah pihak. Bentrok berawal dari Lantai 3 di dalam Hotel JW Marriot Medan, di luar ruangan berlangsungnya acara, lalu meringsek ke halaman di lantai 1 hotel. Kedua belah pihak, bahkan membawa senjata tumpul, yakni kayu dan bambu.
Massa berlanjut bentrok hingga ke jalan raya dan menyebabkan kemacetan parah, bahkan di antaranya membunyikan sejumlah petasan ke udara.
Puluhan polisi dari Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Medan langsung turun mengamankan. Setelah 30 menit kemudian, situasi dan kondisi (Sikon) pun kembali kondusif.
Saat dikonfirmasi dari salah seorang anggota AMPI Sumut, yang tidak ingin disebut namanya mengatakan, bahwa bentrok tersebut berasal dari penyusup. Dan ini hanyalah kesalahanpahaman belaka. "Penyusupnya itu dan hanya salag paham aja," ujarnya.
Terpisah, Kabid Humas Kepolisian Daerah (Polda) Sumut, Kombes Pol Ferry Walintukan mengatakan, pihaknya belum bisa berkomentar banyak soal peristiwa tersebut, sebab ini merupakan kegiatan politik. Tetapi hingga saat ini tetap memantau sikon di lapangan, terkhusus di acara tersebut dan tetap terus berkoordinasi.
"Sampai saat ini tidak ada anggota dari Polrestabes Medan meminta bantuan kepada Polda Sumut, berarti mereka masih mampu menanganinya. Intinya, kita akan tetap memantau, agar seputaran acara tersebut tetap kondusif tanpa mengganggu pengguna jalan raya dan masyarakat di sekitar yang tidak terlibat dalam acara itu. Dan posisi kita menunggu adanya laporan," kata Ferry.
Saat dikonfirmasi, Sekretaris Steering Committee (SC), Muhammad Asril menegaskan, meski sempat terlihat ricuh di sekitar lokasi, ia menegaskan, bahwa situasi di dalam forum sidang tetap berjalan tertib dan sesuai koridor organisasi.
Ia menjelaskan, sempat adanya arahan bagi pihak-pihak tertentu untuk meninggalkan ruangan, adalah bagian dari penegakan aturan persidangan. Hal ini dilakukan demi menjaga kekhusyukan tahapan sidang paripurna.
"Di dalam forum itu tidak ribut. Jadi, dalam tahapan-tahapan sidang paripurna, unsur unsur di luar peserta dan peninjau kita minta menyesuaikan diri. Kebetulan tadi ada yang bukan peserta maupun peninjau, maka kita minta untuk menyesuaikan diri agar agenda berjalan lancar," katanya.
Adapun, Musda XI Partai Golkar Sumut resmi dibuka di Hotel JW Marriott Medan pada 31 Januari hingga 2 Februari 2026 oleh Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar, TB Ace Syadzily. (dwi/ram)
Editor : Juli Rambe