SUMUTPOS.CO - Korban penyiraman air keras, Agus Salim menyatakan dengan tegas bahwa dia tidak akan ikhlas dunia akhirat bila uang donasi yang diperuntukkan untuknya dialihkan untuk korban bencana di Lewotobi, Nusa Tenggara Timur (NTT).
"Kalau memang secara hukum itu bukan hak saya, saya rela, tapi kalau secara hukum itu hak saya, saya nggak ikhlas dunia akhirat," ujarnya dikutip Selasa (7/1).
Agus Salim menyatakan keberatannya tersebut saat melayat ke rumah Alvin Lim yang meninggal pada Minggu (5/1/2025) yang lalu.
"Kalian hancurkan fisik Agus, mental Agus, sampai sekarang kalian perlama, bilang Agus memperlama. Agus sudah mencabut semua itu laporan yang ada di Pak Farhat (kuasa hukumnya), tapi kalian tega memperlakukan orang buta kayak Agus. Kalau kalian mempersulit hidup Agus, mempersulit hidup orang buta, kalian juga akan dipersulit hidupnya," kata Agus.
Uang donasi senilai Rp1,3 miliar tersebut sebelumnya disimpan Yayasan Rumah Peduli Kemanusiaan selama sengketa antara Teh Novi dan Agus Salim berlangsung. Uang itu kini disalurkan sebagai bantuan untuk korban bencana alam di Lewotobi, NTT.
Dia menagih janji Garry Julian, Teh Novi, dan Denny Sumargo soal uang donasi tersebut karena selama ini merasa dipermainkan oleh mereka.Tak hanya itu, Agus Salim juga mengklaim bahwa mental dan fisiknya hancur karena harus berurusan dengan Teh Novi, Garry Julian, dan Denny Sumargo selama berbulan-bulan.
Sebelumnya, Agus Salim dan Teh Novi terlibat dalam sengketa sengit soal uang donasi yang diberikan oleh Teh Novi untuk Agus Salim. Donasi tersebut dimaksudkan untuk mengobati Agus Salim yang terkena serangan air keras, namun justru dipergunakan untuk kebutuhan lainnya sehingga membuat Teh Novi menuntut Agus Salim atas penyalahgunaan dana donasi.
Sebagai informasi, momen mengenai adanya kesepakatan perihal uang itu disalurkan ke korban bencana alam, dihadiri oleh Denny Sumargo dan Pratiwi Noviyanthi atau yang akrab dengan nama Teh Novi selaku penggalang dana, dan ditayangkan dalam konten di channel YouTube CURHAT BANG Denny Sumargo.
Selain itu, dalam kesempatan tersebut juga hadir Garry Julian sebagai Ketua Yayasan Rumah Peduli Kemanusiaan. Sebelumnya, yayasan tersebut diketuai oleh Teh Novi. Hadir juga Pablo Benua, kuasa hukum donatur yang dihubungi melalui sambungan video call. (bbs/ram)
Editor : Redaksi