sumutpos.jawapos.com – Nyeri perut saat menstruasi menjadi keluhan umum yang dialami banyak perempuan. Namun, sebuah kebiasaan sederhana seperti mengonsumsi pisang setiap hari disebut dapat membantu meredakan rasa tidak nyaman tersebut.
Melansir Instagram @lambegosiip, Sabtu (7/3/2026), pisang diketahui kaya akan mineral penting seperti magnesium dan kalium. Kedua zat ini berperan dalam membantu relaksasi otot sekaligus mengurangi kontraksi pada otot rahim yang menjadi pemicu kram saat menstruasi.
Selain itu, kandungan serat dalam pisang juga membantu mengurangi rasa kembung serta memperlancar pencernaan. Masalah pencernaan memang kerap muncul selama periode menstruasi akibat perubahan hormon dalam tubuh.
Sejumlah penelitian juga menunjukkan adanya potensi manfaat pisang dalam menurunkan intensitas nyeri haid. Intervensi berbasis konsumsi pisang dilaporkan mampu membantu mengurangi rasa sakit yang dialami sebagian perempuan selama masa menstruasi.
Salah satu penelitian yang dipublikasikan dalam Jurnal Ners Universitas Pahlawan menemukan bahwa konsumsi olahan pisang ambon dalam periode tertentu dapat menurunkan tingkat nyeri dismenore secara signifikan pada remaja perempuan. Dalam penelitian tersebut, efek penurunan nyeri tercatat signifikan secara statistik dengan nilai p < 0,05.
Para peneliti menduga manfaat tersebut berasal dari kombinasi kandungan kalium, magnesium, serta vitamin B6 yang terdapat dalam pisang. Nutrisi ini diketahui membantu relaksasi otot sekaligus menstabilkan sistem saraf selama menstruasi.
Meski demikian, para ahli menegaskan bahwa pisang bukanlah “obat ajaib” yang dapat langsung menghilangkan nyeri haid. Efeknya bisa berbeda pada setiap orang, tergantung kondisi tubuh, pola makan, serta tingkat keparahan dismenore yang dialami.
Namun, mengonsumsi makanan kaya elektrolit seperti pisang tetap dapat menjadi bagian dari pola makan sehat selama menstruasi. Dengan asupan nutrisi yang cukup, tubuh dapat lebih mudah mengurangi kram serta ketidaknyamanan yang sering muncul saat periode haid.(lin)
Editor : Redaksi