sumutpos.jawapos.com - Isu penuaan sering kali dikaitkan dengan faktor genetik. Namun, pakar kesehatan dan anti-penuaan dunia, Rhonda Patrick, mengungkapkan bahwa sekitar 70 persen proses penuaan justru dipengaruhi oleh kebiasaan sehari-hari, bukan semata-mata faktor keturunan.
Menurutnya, dilansir dari Instagram @calissanaturals, Kamis (12/3/2026), gaya hidup modern, pola makan, hingga kebiasaan kecil yang tampak sepele dapat mempercepat proses penuaan dan meningkatkan risiko berbagai penyakit kronis.
Berikut beberapa faktor yang disebut berperan besar terhadap penuaan dini.
1. Paparan Mikroplastik
Mikroplastik kini semakin sering ditemukan dalam kehidupan sehari-hari. Beberapa benda yang tampak aman justru berpotensi melepaskan partikel plastik kecil yang dapat masuk ke tubuh.
Misalnya gelas kertas berlapis plastik dapat melepaskan mikroplastik saat terkena panas, Kantong teh celup tertentu bisa mengandung partikel plastik, dan wadah atau botol yang rusak dapat mencemari minuman dengan serpihan plastik.
Untuk mengurangi paparan, disarankan menggunakan wadah keramik atau botol stainless steel, serta meningkatkan konsumsi makanan tinggi serat seperti kacang-kacangan dan buah agar membantu tubuh mengeluarkan zat asing.
2. Terlalu Banyak Duduk (Sedentary Lifestyle)
Kebiasaan duduk terlalu lama juga menjadi salah satu penyebab penuaan dini.
Penelitian menunjukkan gaya hidup sedentari berkaitan dengan peningkatan risiko penyakit jantung, diabetes, hingga kematian dini.
Bahkan beberapa studi menyebut duduk terlalu lama bisa lebih berbahaya dibanding merokok, jika tidak diimbangi aktivitas fisik.
3. Kurang Olahraga Intensitas Tinggi
Olahraga intensitas tinggi dinilai mampu memperlambat penuaan organ tubuh, terutama jantung.
Metode olahraga seperti protokol 4x4 (4 menit olahraga intens, 4 menit pemulihan, diulang empat kali) disebut mampu meningkatkan kebugaran jantung secara signifikan jika dilakukan rutin minimal seminggu sekali.
4. Manfaat Laktat dari Olahraga
Selama ini laktat sering dianggap sebagai zat sisa dari aktivitas olahraga. Namun penelitian terbaru menunjukkan bahwa laktat memiliki manfaat penting.
Laktat diketahui dapat mendukung nutrisi pertumbuhan sel, mengaktifkan BDNF (Brain-Derived Neurotrophic Factor), membantu pembentukan sel otak baru.
Hal ini membuat olahraga tidak hanya baik untuk fisik, tetapi juga kesehatan otak.
5. Kekurangan Magnesium
Magnesium merupakan mineral penting yang terlibat dalam lebih dari 300 reaksi enzim dalam tubuh, termasuk perbaikan DNA.
Gejala kekurangan magnesium antara lain, kecemasan dan depresi, kram otot, gangguan tidur, kabut otak (brain fog), tekanan darah tinggi.
6. Kekurangan Vitamin D
Vitamin D juga menjadi nutrisi penting yang sering kurang diperhatikan.
Kadar vitamin D rendah dikaitkan dengan meningkatnya risiko kanker, penyakit jantung, penyakit autoimun, depresi, hingga demensia.
Karena itu, menjaga asupan nutrisi, rutin beraktivitas fisik, serta paparan sinar matahari yang cukup menjadi langkah penting untuk menjaga kesehatan jangka panjang.
Penjelasan Rhonda Patrick menegaskan bahwa proses penuaan tidak sepenuhnya ditentukan oleh genetik. Sebaliknya, pilihan gaya hidup sehari-hari memainkan peran besar dalam menentukan kualitas hidup di usia tua.
Dengan memperbaiki pola hidup sejak dini, risiko penyakit kronis dapat ditekan sekaligus memperlambat proses penuaan secara alami.(lin)
Editor : Redaksi