Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Suhu Udara di Makkah Capai 42 Derajat Celsius, CJH Diimbau Siapkan Fisik

Johan Panjaitan • Senin, 12 Mei 2025 | 08:05 WIB
DIUPAH-UPAH: Sebanyak 193 CJH Labura Diupah-Upah dan Diberangkatkan ke Tanah Suci. FOTO:FAJAR/SUMUT POS
DIUPAH-UPAH: Sebanyak 193 CJH Labura Diupah-Upah dan Diberangkatkan ke Tanah Suci. FOTO:FAJAR/SUMUT POS

JAKARTA – Gelombang kedatangan calon jemaah haji (CJH) Indonesia dari Madinah ke Makkah terus berlanjut. Pada Minggu (11/5), sebanyak 6.252 jemaah dari 26 kloter diberangkatkan melalui jalur darat menggunakan ratusan bus.

Badan Penyelenggara (BP) Haji mengimbau jemaah menyiapkan fisik karena cuaca Makkah panas.
Wakil Kepala Badan Penyelenggara (BP) Haji Dahnil Anzar Simanjuntak mengatakan, suhu udara di Makkah bisa mencapai mencapai 42 derajat celcius. Karena itu, dia berpesan jemaah menyiapkan fisik.

”Siapkan fisik dan jangan pernah cemas, karena ibadah haji adalah ibadah fisik," kata Dahnil dalam keterangannya kemarin (11/5).

Sebelum menuju Makkah, seluruh jemaah singgah di Bir Ali, untuk melaksanakan miqat. Di sana, mereka mengambil niat dan mengenakan pakaian ihram, sebagai bagian dari skema Haji Tamattu’, yakni mendahulukan umrah sebelum berhaji, dengan konsekuensi membayar dam berupa seekor kambing.
Keberangkatan dilakukan sejak Minggu pagi pukul 06.00 waktu Arab Saudi secara bertahap. Kloter besar yang diberangkatkan hari ini antara lain JKS 2 (424 jemaah), KJT 2 (439 jemaah), dan BTH 2 (436 jemaah). Petugas sektor mendampingi jemaah sepanjang perjalanan hingga tiba di hotel masing-masing di wilayah Makkah.


Setibanya di hotel, jemaah diberi waktu istirahat selama 60 hingga 120 menit sebelum diberangkatkan ke Masjidil Haram untuk melaksanakan umrah wajib.

Kepala Daerah Kerja (Kadaker) Makkah Ali Machzumi mengatakan, jemaah diperbolehkan beristirahat terlebih dulu mengingat jarak tempuh yang panjang dan untuk memulihkan kondisi fisik. ”Setelah istirahat, kemudian lanjut menunaikan umrah,” ujarnya.

Pelaksanaan umrah wajib dilakukan secara bergelombang dan dikoordinasikan oleh ketua rombongan masing-masing. Skema itu merupakan bagian dari tahapan haji yang akan berlanjut pada puncak ibadah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina pada awal Juni.

*Bus Inklusif untuk Lansia dan Disabilitas*
Selama di Makkah, jemaah akan dilayani oleh bus salawat yang beroperasi 24 jam. Kendaraan itu mengantar jemaah dari hotel ke Masjidil Haram dan sebaliknya. Khusus untuk lansia dan penyandang disabilitas, PPIH menyiapkan 32 unit bus inklusif.
”Bus tersebut memang kami siapkan untuk lansia, penyandang disabilitas, atau jemaah yang membutuhkan pendampingan lebih,” kata Kabid Transportasi PPIH Arab Saudi Mujib Roni.

Layanan ini diperkuat dengan sistem rute yang dibagi ke dalam 27 jalur yang mencakup empat wilayah pemondokan: Syisyah, Raudhah, Jarwal, dan Misfalah. Total 95 halte tersedia dan dijaga petugas secara bergiliran selama 24 jam.

Larangan Merokok dan Etika di Masjidil Haram
PPIH Arab Saudi mengingatkan jemaah untuk memperhatikan aturan, khususnya larangan merokok.

”Jangan pernah sekali-sekali merokok di lingkungan Masjidil Haram maupun Masjid Nabawi, apalagi sampai di dalamnya,” tegas Kepala Bidang Perlindungan Jemaah Harun Ar Rasyid.

Menurut Harun, pelanggar tidak hanya dikenakan denda, tetapi juga bisa berujung pada hukuman kurungan selama enam hari. Aturan itu berlaku bagi siapa pun—baik jemaah maupun petugas—dan diberlakukan secara ketat oleh otoritas keamanan Saudi.


Selain larangan merokok, Harun juga menyoroti empat hal lain yakni membuang sampah sembarangan, memungut barang tercecer, membentangkan spanduk atau atribut kelompok di masjid, dan berkerumun terlalu lama. Semua tindakan itu dapat mengundang teguran dari aparat yang berjaga di Masjidil Haram. ”Kalau melihat benda berharga, segera laporkan ke askar atau polisi. Jangan dipungut sendiri,” jelasnya. (dim/wan/aph/jpg)

Editor : Johan Panjaitan
#derajat #Bp #makkah #celcius #suhu udara