Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Prabowo Dukung Marsinah Jadi Pahlawan Nasional

Johan Panjaitan • Minggu, 17 Mei 2026 | 13:15 WIB
RESMIKAN: Presiden RI Prabowo Subianto meresmikan museum Marsinah.  (Dok: Biro Pers Medan dan Informasi Sekretariat Presiden/Jawa Pos)
RESMIKAN: Presiden RI Prabowo Subianto meresmikan museum Marsinah. (Dok: Biro Pers Medan dan Informasi Sekretariat Presiden/Jawa Pos)

 

TUBAN, Sumutpos.jawapos.com-Nama Marsinah kembali bergema dalam panggung sejarah nasional. Presiden Prabowo Subianto secara terbuka menyatakan dukungannya agar aktivis buruh asal Nganjuk itu ditetapkan sebagai pahlawan nasional.

Dukungan tersebut disampaikan saat Prabowo meresmikan Museum Ibu Marsinah dan Rumah Singgah di Desa Nglundo, Kecamatan Sukomoro, Kabupaten Nganjuk, Jumat (16/5).

Museum yang dibangun secara gotong royong di atas lahan seluas 938 meter persegi itu menjadi ruang pengingat atas perjuangan Marsinah, buruh perempuan yang namanya melekat kuat dalam sejarah perjuangan hak-hak pekerja di Indonesia.

Di dalam museum, tersimpan berbagai peninggalan pribadi Marsinah. Mulai dari seragam kerja pabrik, sepeda ontel, tas, dokumen pendidikan, hingga piagam penghargaan organisasi buruh. Prabowo bahkan menyempatkan diri meninjau kamar Marsinah yang dipertahankan dalam kondisi seperti semula.

Baca Juga: SPPG 5 Kotapinang Salurkan 943 Porsi Makanan Bergizi untuk Pelajar

“Museum ini didirikan sebagai lambang dan tonggak peringatan untuk memperingati keberanian seorang pejuang muda yang berjuang untuk hak-hak kaum buruh,” ujar Prabowo.

Pernyataan itu sekaligus mempertegas pengakuan negara terhadap perjuangan Marsinah yang selama puluhan tahun menjadi simbol keberanian kaum pekerja dalam memperjuangkan keadilan.

Usai peresmian, Presiden melanjutkan agenda dengan berziarah ke makam Marsinah yang berjarak sekitar satu kilometer dari lokasi museum.

Tak hanya meresmikan museum, Prabowo juga melanjutkan agenda di Nganjuk dengan meresmikan operasional 1.061 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) yang tersebar di Jawa Timur dan Jawa Tengah.

Sebanyak 530 koperasi berada di tujuh kabupaten di Jawa Timur, sementara sisanya tersebar di delapan kabupaten dan kota di Jawa Tengah.

“Dalam tujuh bulan, 1.061 koperasi bisa beroperasi,” kata Prabowo.

Baca Juga: Menjaga Bara Persaudaraan di Tepian Toba, Perjalanan Akur Bienam Menemukan Makna Kebersamaan di Paropo

Menurutnya, koperasi desa akan menjadi penggerak ekonomi rakyat sekaligus membantu distribusi hasil pertanian karena dilengkapi kendaraan operasional sendiri. Pemerintah bahkan menargetkan peresmian hingga 30 ribu koperasi pada Agustus mendatang.

Dari Nganjuk, perjalanan Presiden berlanjut ke Kabupaten Tuban untuk menghadiri Panen Raya Jagung Serentak Kuartal II Tahun 2026 yang digelar di 36 Polda se-Indonesia.

Agenda itu juga dirangkai dengan peluncuran operasional 166 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polri guna mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG).

SPPG tersebut tersebar di berbagai wilayah Indonesia, dengan jumlah terbanyak berada di Polda Banten sebanyak 39 unit, disusul Polda Sumut 17 unit, Polda Jawa Tengah 16 unit, dan Polda Metro Jaya 14 unit.

Kapolri Listyo Sigit Prabowo menegaskan bahwa Polri mengambil peran aktif dalam mendukung berbagai program strategis pemerintah, terutama di sektor pangan dan pemenuhan gizi masyarakat.

Baca Juga: Kecamatan Datuk Lima Puluh Juara Umum MTQ XIX Batubara 2026, Bupati Baharuddin Ajak Warga Perkuat Syiar Al Quran

“Polri mengambil peran aktif mendukung program pemerintah,” ujarnya.

Rangkaian kunjungan tersebut memperlihatkan bagaimana pemerintah mencoba menghubungkan tiga isu besar sekaligus: penghormatan terhadap sejarah perjuangan buruh, penguatan ekonomi rakyat melalui koperasi, dan ketahanan pangan nasional demi kesejahteraan masyarakat.(jpg/han)

Editor : Johan Panjaitan
#presiden prawabo #museum #pahlawan nasional #marsinah