MONAKO,Sumutpos.jawapos.com-Aroma panas tak hanya datang dari tensi “derbi” Prancis antara AS Monaco dan Paris Saint-Germain (PSG) pada first leg playoff fase knockout Liga Champions, dini hari nanti (18/1). Di balik gemerlap laga besar itu, ada bara yang berpotensi membakar ruang ganti sang juara bertahan.
Entrenador Luis Enrique tak sekadar menyiapkan taktik untuk meredam racikan pelatih Monaco, Sebastien Pocognoli. Sosok yang akrab disapa Lucho itu juga tengah menghadapi isu retaknya hubungan dengan penyerang andalannya, Ousmane Dembele.
Laporan sejumlah media Prancis menyebutkan, Dembele terancam tak masuk starting XI setelah terjadi perbedaan pandangan dengan sang pelatih usai kekalahan 1-3 dari Stade Rennais pada journee ke-22 Ligue 1 (14/2). Kekalahan itu bukan sekadar noda di papan klasemen, melainkan juga memantik percikan di ruang diskusi internal tim.
Lucho mencoba memadamkan api yang telanjur membesar. “Ucapan pemain setelah laga tidak artinya apa-apa. Sama sekali tidak,” tegas pelatih yang musim lalu mengantar PSG meraih quadruple. “Aku tidak akan menjawab pertanyaan dari pemain mana pun. Begitu pula ucapan dari pemain mana pun,” sambungnya, dingin.
Namun, di level elite, bahasa tubuh sering lebih lantang daripada pernyataan resmi. Jika Dembele benar-benar ditepikan dalam laga sepenting ini, publik akan sulit menganggapnya sekadar rotasi taktis.
Di sisi lain, Monaco datang dengan kepercayaan diri. Skuad Pocognoli pernah menaklukkan Les Parisiens 1-0 pada journee ke-14 di Stade Louis II (29/11/2025). Hasil itu menjadi bukti bahwa dominasi PSG tak lagi absolut di kancah domestik.
Meski demikian, Pocognoli menolak larut dalam euforia. “Sebagai klub besar, PSG akan selalu punya kapasitas untuk bereaksi dan memberi kejutan. Itu yang harus kami hindari,” ujarnya di laman resmi klub.
Laga ini pun menjadi lebih dari sekadar duel taktik. Ini tentang stabilitas versus ambisi. Tentang sang juara bertahan yang diguncang isu internal, melawan penantang yang mencium celah.
Jika PSG mampu meredam konflik dan mengubahnya menjadi energi, mereka tetap favorit. Namun bila bara di ruang ganti membesar, Monaco siap meniupnya menjadi kobaran yang bisa mengubah arah musim.(jpg/han)
PERKIRAAN PEMAIN
AS MONACO (4-2-3-1): 16-Kohn (g); 2-Vanderson, 4-Teze, 5-Kehrer, 12-Caio Henrique; 6-Zakaria (c), 28-Coulibaly; 31-Fati, 10-Golovin, 24-Adingra; 9-Balogun
Pelatih: Sebastien Pocognoli
PARIS SAINT-GERMAIN (4-3-3): 39-Safonov (g); 2-Hakimi, 5-Marquinhos (c), 51-Pacho, 25-Nuno Mendes; 33-Zaire-Emery, 17-Vitinha, 87-Joao Neves; 14-Doue, 10-Dembele, 7-Kvaratskhelia
Pelatih: Luis Enrique