Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Vini Bungkam Teror di Da Luz, Real Madrid Balas Dendam dan Hajar SL Benfica

Johan Panjaitan • Kamis, 19 Februari 2026 | 12:03 WIB
Vinícius Júnior. (torcedores)
Vinícius Júnior. (torcedores)

LISBON,Sumutpos.jawapos.com-Tekanan, provokasi, hingga dugaan ujaran rasis tak mampu menghentikan langkah Vinícius Júnior. Di tengah atmosfer panas Estadio da Luz, winger lincah asal Brasil itu menjelma pembeda saat membawa Real Madrid menang tipis 1-0 atas Benfica dalam leg pertama playoff fase knockout Liga Champions, Rabu (18/2).

Gol tunggal Vini pada menit ke-50 bukan sekadar angka di papan skor. Itu adalah jawaban paling elegan atas teror yang coba menggerus fokusnya sepanjang laga.

Dibakar Provokasi, Dijawab dengan Gol

Sejak awal pertandingan, tensi sudah tinggi. Kapten Benfica, Nicolás Otamendi, kedapatan memamerkan tato trofi Piala Dunia ke arah pemain Madrid—sebuah simbol supremasi Argentina yang jelas diarahkan pada Vini, rival klasik di level internasional.

Belum cukup sampai di situ, winger muda Benfica, Gianluca Prestianni, diduga melontarkan ejekan bernada rasis kepada Vini.

“Vini memberitahu kami bahwa dia (Prestianni) mengatakannya. Itu tidak bisa terjadi,” tegas Kylian Mbappé kepada Movistar+.

Vini tak tinggal diam. Ia melapor kepada wasit asal Prancis, François Letexier. Sang pengadil langsung membentuk kedua lengan membentuk huruf X—kode resmi penghentian pertandingan akibat insiden rasisme. Protokol anti-rasisme pun diberlakukan.

Jika investigasi UEFA membuktikan adanya ujaran rasis, sanksi berat menanti Prestianni.
“Pemain nomor 25 menyebut Vini sebagai monyet lima kali. Saya melihatnya. Dia seharusnya tidak boleh bermain di Liga Champions musim ini lagi,” kecam Mbappé.

Ironisnya, dugaan ejekan itu tak tertangkap kamera karena Prestianni menutup mulutnya dengan jersey. Sindiran tajam pun datang dari Vini:
“Mereka perlu menutup mulut mereka dengan bajunya untuk menunjukkan betapa lemahnya mereka.”

Arbeloa Belajar, Madrid Lebih Dewasa

Di luar kontroversi, kemenangan ini terasa manis. Madrid membalas kekalahan 2-4 di stadion yang sama pada fase league bulan lalu.

Entrenador Álvaro Arbeloa tampak belajar dari kesalahan. Kali ini ia meninggalkan formasi agresif 4-3-3 dan memilih pendekatan lebih disiplin dengan 4-4-2. Hasilnya, lini depan Mbappé–Vini lebih efektif, sementara keseimbangan tim tetap terjaga.

“Kami bermain efektif dan mengancam dengan Kylian dan Vini di depan. Kami harus mempertahankan performa ini di Bernabeu,” ujar Arbeloa kepada Diario AS.

Kapten tim, Federico Valverde, menegaskan bahwa fondasi kemenangan dibangun sejak babak pertama.
“Sangat sulit bermain di sini. Babak pertama benar-benar sulit, tetapi kami solid. Kami memenangkan duel dan tidak pernah menyerah,” katanya kepada Marca.

Jawaban Terbaik: Diamkan dengan Kemenangan

Di Da Luz, Vini kembali membuktikan satu hal: respons paling mematikan terhadap kebencian adalah performa. Ia tak membalas dengan emosi, melainkan dengan gol. Tak terpancing, justru mematikan.

Kini, dengan keunggulan agregat 1-0, Los Blancos menatap leg kedua di Santiago Bernabeu dengan kepala tegak. Dan jika ada yang mencoba meremehkan lagi, Vini sudah menunjukkan caranya: bungkam dengan aksi, bukan sensasi.(jpg/han)

Editor : Johan Panjaitan
#real madrid #liga champions #benfica #playoff