SOUTHAMPTON, Sumutpos.jawapos.com – Dalam rentang waktu yang begitu singkat, Arsenal dipaksa menghadapi kenyataan pahit: dua peluang gelar sirna dalam dua pertandingan krusial. Sebuah pukulan telak bagi ambisi besar yang selama ini mereka bangun dengan penuh konsistensi.
Setelah tumbang 0-2 dari Manchester City di final EFL Cup pada 22 Maret, langkah The Gunners kembali terhenti. Kali ini, mereka dipaksa menyerah 1-2 oleh Southampton FC—tim kasta kedua—dalam laga perempat final FA Cup di St Mary’s, Minggu (5/4).
Kekalahan tersebut bukan sekadar hasil buruk, melainkan sinyal rapuhnya momentum di fase paling menentukan musim.
Kini, Arsenal praktis hanya memiliki satu jalur realistis untuk meraih trofi domestik: Premier League. Tim asuhan Mikel Arteta masih memimpin klasemen dengan keunggulan sembilan poin atas Manchester City, meski telah memainkan satu pertandingan lebih banyak. Keunggulan itu, meski signifikan, belum menjamin apa pun di tengah tekanan yang kian meningkat.
Di panggung Eropa, harapan belum sepenuhnya padam. Arsenal akan menghadapi Sporting CP di perempat final UEFA Champions League. Namun jalan menuju kejayaan dipastikan terjal. Jika lolos, mereka berpotensi berhadapan dengan pemenang duel antara FC Barcelona dan Atletico Madrid. Belum lagi ancaman dari juara bertahan Paris Saint-Germain serta raksasa Eropa seperti Real Madrid, Liverpool FC, dan Bayern Munich.
Baca Juga: Jorok Tanpa Sadar! 7 Kesalahan Cuci Piring Ini Bisa Sebarkan Kuman Berbahaya di Dapurmu
Arteta tidak bersembunyi dari tanggung jawab.
“Seseorang harus bertanggung jawab, dan itu adalah saya. Dalam satu musim selalu ada momen-momen penting, dan kami tidak memanfaatkannya dengan cukup baik,” ujarnya.
Pelatih asal Spanyol itu juga menegaskan pentingnya konsistensi di sisa musim. Ia menolak menjadikan rotasi pemain sebagai kambing hitam, meski hanya Gabriel Magalhaes dari starter reguler yang tampil sejak awal di laga terakhir.
“Saya tidak akan menyalahkan para pemain. Saya justru bangga pada mereka. Bahkan beberapa tidak seharusnya bermain karena kelelahan,” tambahnya.
Di titik ini, musim Arsenal berada di persimpangan. Dari kandidat treble, kini mereka dituntut menjaga fokus agar tidak mengakhiri musim tanpa gelar. Sebab dalam sepak bola, dominasi tanpa trofi sering kali hanya dikenang sebagai peluang yang terlewatkan.(jpg/han)
HASIL PEREMPAT FINAL (4–5/4)
Manchester City vs Liverpool FC 4-0
(Haaland 39’-pen, 45+2’, 57’; Semenyo 50’)
Chelsea vs Port Vale FC 7-0
(Hato 2’, Joao Pedro 25’, Lawrence-Gabriel 42’-og, Adarabioyo 57’, Santos 69’,
Estevao 82’, Garnacho 90+2’-pen)
Southampton FC vs Arsenal 2-1
(Stewart 35’, Charles 85’/Gyokeres 68’)
Keterangan: West Ham United vs Leeds United baru dimainkan dini hari tadi (6/4)
Editor : Johan Panjaitan