BINJAI, SUMUTPOS.CO- Sejumlah guru di Kota Binjai merindukan pencairan tambahan penghasilan (tamsil). Ironisnya, tamsil tahun anggaran 2024 pun tertunggak atau terutang alias belum diterima tenaga pendidik.
Karenanya, guru merindukan pencairan tamsil yang TA 2024 belum dicairkan. Bahkan, Pemko Binjai didesak untuk segera mencairkan tamsil tersebut.
"Tamsil kami beku dari 2024, triwulan 3 dan 4 serta tamsil 2025 kami berharap segera cair. Sedih, tambahan (bagi guru) yang belum sertifikasi ini tidak cair," kata guru yang menolak identitasnya disebutkan dalam media, Selasa (15/4/2025).
Ia menjelaskan, tamsil yang diterima guru setiap bulannya Rp235 ribu. Pencairannya setiap 3 bulan sekali.
"Tahun 2024 yang triwulan 3 dan 4 (6 bulan), katanya mau dibayar lunas kemarin. Namun ternyata, cuma 1 bulan yang masuk rekening," katanya.
"Jadi untuk tahun 2024, masih ada 6 bulan yang belum dibayarkan. Dan tahun 2025, ada 3 bulan lah, karena ini sudah masuk April," sambungnya.
Dia mengherankan, proses pencairan tamsil ini terkendala. "Padahal tamsil lebih sedikit dibandingkan sertifikasi, tapi susah kali pembayarannya. Tamsil ini dirindukan guru-guru karena sebagai tambahan untuk keperluan biaya anak sekolah jelang tahun ajaran baru ini, lumayan jugakan," bebernya.
Hingga kini, menurut dia, proses pencairannya belum ada tanda-tanda. "Harusnya yang 2024, sudah dapat dicairkan. Seperti daerah-daerah lain, awal tahun sudah selesai," ujarnya.
Terpisah, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan Kota Binjai, Iwan Setiawan menyebut, pencairan tamsil guru sedang dalam proses. "Masih proses di BPKPAD (untuk tamsil), nanti saya sampaikan progresnya," ujarnya.
Disoal proses itu untuk tamsil tahun anggaran berapa, kata dia, keduanya. Adalah tahun anggaran 2024 dan 2025.
"Kita ajukan keduanya, kita tunggu progresnya ya. Sumber (dana) APBN," tukasnya. (ted/han)
Editor : Johan Panjaitan