Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Isu Krisis Selat Hormuz Picu Kepanikan, Antrean BBM Mengular di SPBU Gunung Tua

Johan Panjaitan • Jumat, 6 Maret 2026 | 11:28 WIB

Puluhan sepeda motor dan mobil tampak memadati area pengisian bahan bakar minyak (BBM) di salah satu SPBU Utama di Gunung Tua, Paluta, Jumat (6/2). (Mitra Harahap/Sumut Pos)
Puluhan sepeda motor dan mobil tampak memadati area pengisian bahan bakar minyak (BBM) di salah satu SPBU Utama di Gunung Tua, Paluta, Jumat (6/2). (Mitra Harahap/Sumut Pos)

GUNUNG TUA, Sumutpos.jawapos.com-Riak ketegangan geopolitik di Timur Tengah ternyata ikut mengguncang psikologi warga di daerah. Pagi yang biasanya tenang di Kota Gunung Tua berubah menjadi pemandangan tak biasa ketika antrean kendaraan mengular di salah satu SPBU utama sejak sekitar pukul 07.30 WIB.

Puluhan sepeda motor dan mobil tampak memadati area pengisian bahan bakar. Antrean bahkan memanjang hingga puluhan meter ke badan jalan. Fenomena ini dipicu kekhawatiran warga terhadap kemungkinan terganggunya pasokan minyak dunia akibat memanasnya situasi di sekitar Selat Hormuz.

Ketegangan kawasan Timur Tengah yang melibatkan Iran dan Israel memicu spekulasi di masyarakat tentang potensi gangguan distribusi energi global. Meski peristiwa itu terjadi ribuan kilometer dari Sumatera Utara, dampak psikologisnya terasa hingga ke tingkat lokal.

Salah seorang warga, Hendri Harahap, mengaku sengaja datang lebih pagi ke SPBU untuk memastikan kendaraannya memiliki cadangan bahan bakar.

“Katanya pemerintah menyebut stok aman sampai 20 hari. Tapi pengalaman kami, kalau sudah muncul pernyataan seperti itu, biasanya masyarakat malah jadi waspada dan buru-buru isi penuh tangki,” ujarnya.

Kekhawatiran serupa disampaikan warga lain, Dongoran. Menurutnya, jalur energi global seperti Selat Hormuz sangat menentukan stabilitas pasokan minyak dunia.

“Selat Hormuz itu urat nadi minyak dunia. Kalau konflik di sana makin panas, dampaknya bisa ke mana-mana. Jadi lebih baik isi sekarang daripada nanti kesulitan,” katanya.

Meski antrean kendaraan tampak panjang, pihak pengelola SPBU memastikan kondisi pasokan bahan bakar di wilayah Gunung Tua masih dalam keadaan aman. Mereka menegaskan tidak ada gangguan distribusi dari pusat.

“Stok BBM sebenarnya aman dan distribusi berjalan normal. Antrean ini lebih karena masyarakat mengisi penuh tangki secara bersamaan setelah mendengar isu yang beredar,” ujar salah seorang petugas SPBU.

Fenomena tersebut menunjukkan bagaimana informasi global dapat dengan cepat memengaruhi perilaku masyarakat di tingkat lokal. Ketika isu geopolitik mencuat, kekhawatiran publik sering kali memicu gelombang panic buying, bahkan sebelum gangguan pasokan benar-benar terjadi.

Peristiwa di Gunung Tua menjadi gambaran kecil tentang efek domino informasi di era digital—di mana konflik di belahan dunia lain dapat langsung memengaruhi keputusan warga di kota-kota kecil Indonesia, bahkan hingga ke ujung selang pengisian bahan bakar.(mag-12/han)

Editor : Johan Panjaitan
#antre #spbu #panic buying #bbm