Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Warung Polri Presisi:  Polisi Hadir Lewat Sepiring Kepedulian

Johan Panjaitan • Jumat, 10 April 2026 | 21:27 WIB
WARUNG POLRI PRESISI: Kapolres meluncurkan program kegiatan Warung Polri Presisi Polres Labuhanbatu (Fajar/ Sumut Pos)
WARUNG POLRI PRESISI: Kapolres meluncurkan program kegiatan Warung Polri Presisi Polres Labuhanbatu (Fajar/ Sumut Pos)

 

RANTAUPRAPAT,  Sumutpos.jawapos.com-Pemandangan berbeda tersaji di Lapangan Ika Bina, Jumat pagi (10/4/2026). Tidak ada sirene, tidak ada razia. Yang terlihat justru deretan kotak makanan, senyum ramah, dan antrean warga dari berbagai latar belakang. Di bawah spanduk “Warung Polri Presisi”, wajah kepolisian tampil lebih humanis—lebih dekat, lebih hangat.

Sebanyak 500 porsi makanan dibagikan kepada masyarakat. Namun, lebih dari sekadar angka, kegiatan ini membawa pesan yang lebih dalam: kehadiran polisi bukan hanya dalam penegakan hukum, tetapi juga dalam kepedulian sosial.

Kapolres Labuhanbatu, Wahyu Endrajaya, menegaskan bahwa program ini merupakan bagian dari upaya membangun hubungan yang lebih humanis antara kepolisian dan masyarakat.

“Tidak ada sekat. Kami ingin hadir untuk semua, tanpa memandang latar belakang,” ujarnya.

Baca Juga: Fery Sahputra Simatupang Nahkodai Pramuka Labusel, Misi Perkuat Karakter Generasi Muda

Di antara antrean, terlihat pengemudi ojek online, petugas kebersihan, hingga penarik becak bermotor berdiri berdampingan. Tidak ada perbedaan, tidak ada jarak. Semua dilayani dengan cara yang sama: sederhana, tulus, dan setara.

Program ini menjadi simbol perubahan pendekatan—dari relasi formal yang kaku menuju interaksi sosial yang lebih cair.

Yang membedakan Warung Polri Presisi dari kegiatan serupa adalah standar yang diterapkan. Seluruh makanan diperiksa terlebih dahulu oleh tim Sidokkes untuk memastikan kelayakan dan kehigienisannya.

Langkah ini menunjukkan bahwa kepedulian tidak berhenti pada berbagi, tetapi juga pada kualitas yang diberikan.

Kapolres memastikan kegiatan ini tidak berhenti sebagai seremoni. Jika mendapat respons positif, Warung Polri Presisi akan digelar rutin setiap Jumat—hari yang sarat makna kebersamaan bagi masyarakat.

“Ini bukan sekadar kegiatan sesaat. Kami ingin menjadikannya gerakan berkelanjutan,” tegasnya.

Baca Juga: Fery Sahputra Simatupang Nahkodai Pramuka Labusel, Misi Perkuat Karakter Generasi Muda

Kehadiran Fida Wahyu Endrajaya turut memperkuat nuansa kehangatan. Ia terlihat menyapa warga satu per satu, menghadirkan sisi keibuan yang mempererat kedekatan emosional di tengah keramaian.

Di balik pembagian makanan, terselip pesan penting: pentingnya menjaga ketertiban dan kebersihan. Masyarakat diimbau tetap tertib saat antre dan menjaga lingkungan setelah kegiatan.

Pesan sederhana, namun sarat makna—bahwa ketertiban bukan hanya tanggung jawab aparat, melainkan kesadaran bersama.

Warung Polri Presisi bukan sekadar program sosial. Ia adalah upaya membangun kembali kepercayaan publik—melalui pendekatan yang sederhana namun menyentuh.

Di sini, tidak ada pemeriksaan identitas, tidak ada tekanan. Yang ada hanyalah interaksi manusiawi: senyum, sapaan, dan rasa saling menghargai.

Jika konsistensi terjaga, program ini berpotensi menjadi model pendekatan baru kepolisian—bukan hanya di Labuhanbatu, tetapi juga di daerah lain.(fdh/han)

Editor : Johan Panjaitan
#warung polri #makan gratis #Presisi #berbagi