Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Autophagy, Mekanisme Pembersihan Alami Tubuh Saat Puasa

Redaksi • Selasa, 24 Februari 2026 | 03:00 WIB

Ilustrasi lapar. (Freepik.com)
Ilustrasi lapar. (Freepik.com)

sumutpos.jawapos.com - Saat tubuh tidak mendapatkan asupan makanan dalam jangka waktu tertentu, ternyata bukan hanya rasa lapar yang muncul.

Di balik kondisi tersebut, tubuh mengaktifkan sebuah mekanisme biologis penting yang dikenal sebagai autophagy, yakni proses pembersihan dan daur ulang sel secara alami.

Melansir Instagram @fakta.indo, Senin (23/2/2027), istilah autophagy berasal dari bahasa Yunani yang berarti “memakan diri sendiri”.

Konsep ini semakin dikenal luas setelah ilmuwan asal Jepang, Yoshinori Ohsumi, meraih Nobel Prize in Physiology or Medicine pada 2016 atas penelitiannya mengenai mekanisme tersebut. Penemuan itu membuka pemahaman baru tentang bagaimana sel bertahan hidup dan menjaga kualitasnya.

Secara sederhana, autophagy adalah proses ketika sel menghancurkan dan mendaur ulang bagian-bagian yang rusak atau tidak lagi berfungsi dengan baik.

Komponen sel yang sudah tua, protein yang salah lipat, hingga struktur yang berpotensi berbahaya akan dipecah, lalu dimanfaatkan kembali sebagai bahan baku pembentukan sel baru.

Proses ini mulai aktif ketika tubuh memasuki fase puasa. Setelah sekitar 12 jam tanpa makanan, tubuh beralih dari menggunakan glukosa sebagai sumber energi menjadi membakar lemak. Fase ini sering disebut sebagai “survival repair mode”, di mana tubuh mulai beradaptasi untuk mempertahankan keseimbangan energi.

Memasuki sekitar 16 jam tanpa asupan, aktivitas autophagy meningkat. Pada tahap ini, sel-sel yang rusak, termasuk yang berpotensi memicu penyakit seperti kanker atau gangguan neurodegeneratif, mulai dibersihkan. Protein-protein yang tidak berfungsi juga dihancurkan untuk mencegah penumpukan yang bisa merusak jaringan.

Selain itu, autophagy dikaitkan dengan peningkatan produksi hormon pertumbuhan yang berperan dalam regenerasi jaringan. Sel induk mulai aktif memperbarui diri, peradangan dalam tubuh berkurang, dan sistem kekebalan mengalami proses pembaruan melalui pembentukan sel-sel imun baru.

Tak hanya itu, mekanisme ini juga membantu tubuh membersihkan racun dan zat berbahaya, termasuk logam berat dan sel-sel pra-kanker. Karena itulah, autophagy dinilai sebagai salah satu mekanisme penting dalam menjaga kesehatan jangka panjang.

Meski begitu, para ahli mengingatkan bahwa praktik puasa atau pembatasan makan sebaiknya dilakukan dengan bijak dan disesuaikan dengan kondisi kesehatan masing-masing.

Bagi individu dengan penyakit tertentu, ibu hamil, atau mereka yang memiliki gangguan metabolisme, konsultasi medis tetap diperlukan sebelum menjalani pola puasa dalam waktu lama.

Dengan pemahaman yang semakin berkembang, autophagy kini tak sekadar istilah ilmiah, melainkan bagian dari kesadaran baru tentang bagaimana tubuh memiliki sistem cerdas untuk merawat dan memperbaiki dirinya sendiri.(lin)

Editor : Redaksi
#kesehatan tubuh #puasa sehat #Gaya Hidup Sehat #detoks alami #Autophagy