sumutpos.jawapos.com - Kaki kram adalah kondisi yang mungkin wajar dan bisa saja pernah dirasakan setiap orang. Tapi, jangan sepele!
Pasalnya, kaki kram tidak hanya karena efek saat beraktivitas atau setelah berolahraga semata.
Melansir Cleveland Clinic, Senin (18/5/2926) kram kaki biasanya terjadi secara tiba-tiba dan menyebabkan otot kaki, terutama betis, mengencang secara tidak terkendali.
Nah, jika kaki sering kram tanpa sebab yang jelas, hal ini bisa menjadi pertanda adanya masalah kesehatan yang lebih serius.
Baca Juga: UMSU Perkuat Diplomasi Pendidikan dan Kebudayaan dengan Tiongkok
Artinya, penting untuk tidak mengabaikan tanda-tanda kaki yang sering kram. Segera konsultasikan ke dokter untuk mendapatkan diagnosis dan pengobatan yang tepat jika frekuensi kram kaki sudah makin sering.
Berikut ini ada beberapa kemungkinan penyakit yang bisa menyebabkan gejala kaki kram:
1. Kekurangan kalium
Kalium merupakan mineral penting yang membantu mengatur kontraksi otot dengan mengirimkan sinyal dari otak ke otot.
Kekurangan kalium dapat mengganggu proses ini. Alhasil, otot kaki bisa mengalami kontraksi berkepanjangan yang menyebabkan kram.
2. Multiple sclerosis
Multiple sclerosis (MS) merupakan penyakit yang merusak sistem saraf pusat dan dapat menyebabkan spastisitas, yaitu kondisi otot yang terus-menerus mengencang.
Baca Juga: BI Yakin Rupiah Menguat pada Juli–Agustus 2026, Tekanan Dinilai Musiman
Spastisitas sering kali menimbulkan kram pada kaki. Untuk mengelola kram akibat MS, penting untuk menjaga pola makan sehat dan melakukan peregangan otot secara rutin.
3. Dehidrasi
Kurangnya asupan cairan menjadi salah satu penyebab paling umum kaki sering kram.
Dehidrasi membuat otot menjadi lebih mudah tegang dan rentan mengalami kram.
Baca Juga: Xi Jinping dan Putin Bertemu di Beijing, Bahas Energi hingga Ketegangan Selat Taiwan
Cairan dalam tubuh sangat berperan penting dalam relaksasi otot. Oleh karena itu, selalu pastikan tubuhmu terhidrasi dengan baik.
4. Diabetes
Orang dengan diabetes tipe 2 sangat rentan mengalami kram otot, terutama di bagian kaki. Kram ini sering terjadi di malam hari dan bisa sangat menyakitkan.
Salah satu penyebabnya, yaitu kerusakan saraf akibat neuropati diabetes, yang memengaruhi saraf di kaki dan menyebabkan kram serta nyeri tajam.
Baca Juga: Konferensi MWC NU Kualuh Hulu Berlangsung Khidmat, Teguhkan Semangat Kebersamaan dan Pengabdian
Selain itu, ketidakseimbangan elektrolit yang terjadi akibat kadar gula darah tinggi juga dapat memperparah kondisi ini.
5. Penyakit arteri perifer
Penyakit arteri perifer atau peripheral artery disease (PAD) dapat menyebabkan penyempitan pembuluh darah yang mengurangi aliran darah ke kaki.
Kondisi ini bisa menimbulkan rasa lemas, mati rasa, serta kram pada kaki. Dan, penyebab utama PAD, yaitu aterosklerosis. Ini merupakan kondisi penumpukan lemak di dinding arteri.
Baca Juga: Bea Cukai Arab Saudi Sita 100 Slop Rokok dari Jamaah Haji Indonesia
Selain itu, faktor lain seperti pembekuan darah dan cedera pada kaki juga dapat memicu penyakit ini.
6. Osteoartritis
Osteoartritis merupakan jenis arthritis yang menyebabkan sendi menjadi kaku dan nyeri. Kondisi ini juga dapat menyebabkan kram otot dan kejang pada kaki.
Kram kaki bisa terjadi jika osteoartritis menyerang tulang belakang hingga menekan saraf. Gejala ini biasanya muncul bersamaan dengan rasa sakit dan kekakuan sendi.
7. Hipotiroidisme
Hipotiroidisme terjadi ketika kelenjar tiroid kurang memproduksi hormon tiroid. Lama-kelamaan, kondisi ini dapat merusak saraf yang mengirim sinyal dari otak ke otot.
Akibatnya, selain sensasi kesemutan atau mati rasa, penderita hipotiroidisme juga bisa mengalami kram kaki.
Kondisi ini perlu penanganan medis agar fungsi tiroid kembali normal dan gejala kram berkurang.(lin)
Editor : Redaksi